Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo masih berusaha memadamkan api di TPA yang memiliki luas 17 hektare. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Proses pemadaman kebakaran pada tumpukan sampah membutuhkan penanganan lebih lama karena api dapat menjalar ke bagian dalam timbunan, sehingga titik panas masih berpotensi muncul kembali. Kondisi serupa pernah terjadi pada kebakaran TPA Putri Cempo sebelumnya. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

TPA yang berada di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, tersebut memiliki luas sekitar 17 hektare dan telah beroperasi sejak 1980-an. Kawasan ini juga menjadi lokasi pengelolaan sampah sekaligus fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Hingga Rabu (2/9/2026), penyebab kebakaran belum diketahui. Penanganan diarahkan untuk mencegah api merambat ke bagian lain kawasan TPA dan mengurangi dampak asap bagi lingkungan sekitar. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Langit di atas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, berubah terang oleh kobaran api pada Rabu (2/9/2026). Api melahap tumpukan sampah dan terus merambat di tengah hembusan angin yang cukup kencang.

Petugas pemadam kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo berjibaku mengendalikan kobaran api. Pemadaman dilakukan untuk mencegah api meluas ke bagian lain di kawasan TPA yang memiliki luas sekitar 17 hektare. Hingga malam hari, petugas masih berupaya memadamkan api yang membakar gunungan sampah.

Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta menyebut api diduga berasal dari tumpukan sampah dan kemudian meluas karena angin kencang.

sumber : Antara Foto