Ketua DPD KNPI Jombang, Rohmadi, mengatakan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Jombang memiliki makna historis yang kuat. Menurutnya, Jombang tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga merupakan tempat lahir dan berkembangnya para pendiri Nahdlatul Ulama.
"DPD KNPI Kabupaten Jombang menyambut dengan penuh rasa syukur dan bangga atas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Ini merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Jombang karena dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional yang sangat bersejarah," ujar Rohmadi, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Ma'ruf Amin Ungkap Empat Kriteria Ideal Calon Ketum PBNU
Ia menilai pelaksanaan muktamar di Jombang dapat dimaknai sebagai momentum kembalinya NU ke akar sejarah perjuangannya. Menurutnya, para ulama pendiri NU seperti Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri memiliki keterkaitan erat dengan Jombang sebagai pusat perkembangan tradisi keilmuan dan keislaman.
"Jombang bukan sekadar lokasi penyelenggaraan muktamar. Lebih dari itu, Jombang adalah rumah besar para pendiri NU. Di sinilah nilai-nilai keilmuan, kebangsaan, dan keislaman tumbuh dan diwariskan. Karena itu, Muktamar ke-35 menjadi momentum kembalinya NU ke akar sejarah dan nilai-nilai perjuangan para muassis," katanya.
Rohmadi menegaskan KNPI Jombang siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, panitia pelaksana, TNI-Polri, organisasi kepemudaan, dan masyarakat guna memastikan pelaksanaan muktamar berjalan lancar.
"KNPI Jombang siap berkolaborasi dengan seluruh elemen, baik pemerintah daerah, panitia lokal, TNI-Polri, organisasi kepemudaan maupun masyarakat untuk menyukseskan Muktamar NU. Kami ingin memberikan kontribusi nyata agar pelaksanaan muktamar berjalan aman, tertib, nyaman, dan memberikan kesan terbaik bagi seluruh peserta," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat, KNPI Jombang juga akan menggelar Bazar UMKM di GOR Merdeka Jombang pada 20–30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah promosi dan peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal seiring kedatangan ribuan peserta muktamar.
"Kami ingin momentum Muktamar ke-35 NU tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ribuan peserta yang datang ke Jombang harus menjadi peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan," jelasnya.
Selain itu, Rohmadi berharap Muktamar ke-35 NU menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang bermanfaat bagi organisasi, umat Islam, bangsa, dan negara. Ia menilai NU memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi, persoalan sosial, penguatan ekonomi umat, hingga menjaga persatuan nasional.
"Semoga Muktamar ke-35 NU menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, memperkuat persatuan bangsa, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan kebangsaan. NU memiliki peran strategis dalam menjaga moderasi beragama, memperkuat kebhinekaan, dan merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.
Baca Juga: Menag dan Ketum PBNU Hadiri Peluncuran Buku Pemikiran KH Ma'ruf Amin Jelang Muktamar NU
Ia juga berharap forum lima tahunan tersebut mampu melahirkan kepemimpinan baru yang amanah, visioner, dan mampu membawa Nahdlatul Ulama semakin adaptif menghadapi berbagai tantangan global.
"Kami mendoakan agar para muktamirin diberikan kelapangan hati dalam bermusyawarah sehingga terpilih pemimpin NU yang amanah, bijaksana, memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, serta mampu melanjutkan perjuangan para muassis dalam membesarkan Nahdlatul Ulama untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara," ucapnya.