Surabaya (ANTARA) - Investigator Keselamatan Pelayaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Aleik Nurwahyudy menyebut pencarian bangkai KMP Mutiara Sentosa II menjadi tantangan utama dalam investigasi penyebab kebakaran kapal tersebut karena diduga sudah tenggelam di kedalaman sekitar 50 meter.

"Idealnya harus menemukan bukti sedetail mungkin untuk mendukung analisis kami, terutama terkait kondisi kapal ini," kata Aleik saat konferensi pers di Gedung Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Selasa.

Menurut dia, bukti tersebut diperlukan untuk mendukung analisis penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.

Ia menjelaskan, jika kondisi kapal saat ini diduga sudah tidak lagi berada di permukaan laut sehingga tim harus memastikan posisi bangkai kapal sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, lanjutnya, proses tersebut juga dipengaruhi kondisi perairan di lokasi penemuan kapal.

Jika bangkai kapal berada di dasar laut, kata Aleik, investigasi harus dilakukan pada kedalaman sekitar 50 meter sehingga membutuhkan perencanaan dan dukungan teknis yang memadai.

Aleik menambahkan investigasi kemungkinan membutuhkan sumber daya yang lebih besar dibandingkan pemeriksaan biasa, termasuk dukungan berbagai instansi untuk membantu proses pencarian dan pemeriksaan bangkai kapal.

"Resourcenya kemungkinan akan lebih banyak lagi yang dibutuhkan. Dukungan dari berbagai pihak akan dibutuhkan," tuturnya.

KNKT, KMP Mutiara Sentosa II, bangkai KMP Mutiara Sentosa II, investigasi KNKT, Aleik Nurwahyudy, kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, pencarian bangkai kapal, investigasi kecelakaan kapal, KNKT investigasi KMP Mutiara Sentosa II, kedalaman 50 meter, penyebab kebakaran kapal, Surabaya, transportasi laut Indonesia.

Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.