AKURAT.CO, Pembalap pabrikan Aprilia Racing, Jorge Martin, tampil luar biasa sepanjang akhir pekan MotoGP Grand Prix Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Silverstone, Inggris.
Capaian pole position, kemenangan pada sesi sprint race, serta podium kedua di balapan utama MotoGP Inggris, Minggu (9/8/2026), membuat Jorge Martin semakin nyaman di puncak klasemen sementara dengan koleksi 240 poin.
Tambahan poin dari Silverstone membuat jarak Jorge Martin dengan para pesaingnya melebar signifikan dibandingkan saat datang ke Inggris dengan keunggulan 14 poin.
Apalagi pesaing terdekatnya sebelum balapan, Ai Ogura (Trackhouse Aprilia), terpaksa gigit jari usai mengalami kecelakaan dan gagal mengemas angka.
Kendati kini unggul 31 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang duduk di peringkat kedua klasemen, sang juara dunia 2024 itu menegaskan tak ingin terbuai dengan statusnya sebagai pimpinan klasemen pembalap MotoGP 2026.
https://akurat.co/balap/880719/motogp-inggris-raul-fernandez-mendominasi-aprilia-sapu-bersih-podium-di-silverstone
"Saya tidak terlalu peduli apakah saya berada di posisi pertama, kedua, atau berapa pun. Saya hanya mencoba untuk terus berkembang secara konsisten agar memiliki kesempatan bertarung memperebutkan gelar di akhir musim. Bagi saya, itu sudah cukup," kata Martin dikutip Crash.
Martin mengaku telah banyak belajar dari pengalamannya di masa lalu. Berbeda dengan dua musim lalu ketika ia sangat terobsesi untuk terus berada di posisi terdepan, kini ia memilih pendekatan yang lebih tenang demi menjaga energi dan mentalitas bertandingnya.
"Dua tahun lalu, saya sangat terobsesi untuk selalu berada di depan dan memimpin klasemen. Jujur, hal itu menyedot sangat banyak energi," kata Martin mengomentari pendekatannya.
"Jadi sekarang saya hanya fokus untuk menjadi 'Jorge yang lebih baik'. Konsekuensinya, kami melakukan hal yang benar dan saya berada di posisi terdepan."
Peluang Martin untuk menyapu bersih kemenangan di Silverstone sejatinya sempat terganggu oleh insiden kecil pada awal balapan.
Saat mencoba mempertahankan posisi terdepan dari gempuran Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) di tikungan 1, Martin tidak menginjak rem cukup keras.
Akibatnya, perangkat penurun ketinggian motor bagian belakang (rear ride-height device) miliknya gagal kembali ke posisi semula. Hal ini membuat jalurnya melebar dan posisinya terlempar ke belakang Bezzecchi.
"Raul melakukan start jauh lebih baik dari saya. Ketika kami masuk ke tikungan pertama, saya hanya ingin mempertahankan posisi pertama dan tidak mengerem cukup keras, sehingga rear device saya tidak kembali," jelas Martin secara jujur.
"Itu lebih kepada kesalahan saya yang terlalu optimistis mencoba bertahan di posisi pertama ketimbang mengerem sedikit lebih dalam."
Meski sempat tertahan, Martin perlahan bangkit dan berhasil merebut kembali posisi kedua dari tangan Bezzecchi sebelum pertengahan balapan. Namun, jarak Raul Fernandez di depan sudah terlanjur jauh dan sulit dikejar.
"Ketika saya berhasil merebut posisi kedua, Raul sudah unggul sekitar lima detik. Pada beberapa putaran, saya melihatnya sedikit lebih dekat dan berpikir bannya mungkin akan aus, tetapi dia mampu mengelolanya dengan luar biasa," puji Martin.
Pembalap bernomor start 89 itu mengakhiri akhir pekan di Inggris dengan rasa puas. Bagi Martin, hal terpenting adalah timnya telah kembali ke jalur kompetitif dan siap melanjutkan pertarungan pada seri-seri berikutnya.