Badung (ANTARA) - Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) yang juga merupakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta alumni asal Bali berkolaborasi mendukung program pembangunan Pemprov Bali.
“Terkait sumbangsih yang diharapkan, saya sampaikan bagaimana sinergi antara alumni kemudian Pemprov Bali, juga sektor privat lainnya terkait potensi yang bisa didorong,” kata Khofifah di Kabupaten Badung, Kamis.
Salah satu yang disinggung adalah dukungan terhadap rencana pengembangan akses Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk yang menghubungkan Jawa Timur dan Bali.
Di pintu masuk kedua provinsi ini, kerap kali terjadi kepadatan terutama saat libur panjang.
Menteri Perhubungan kemudian memberi perhatian besar untuk pengembangannya, sehingga Khofifah melihat ini harus disukseskan bahkan didorong menjadi proyek strategis nasional (PSN).
“Berangkat jalur mana pulang jalur mana kemarin dibahas, saya minta itu PSN agar lebih fokus, ada beberapa area yang harus dibebaskan, jadi kalau misalnya di daerah Gilimanuk ada area penyangga, di Jawa Timur sama buffer zonenya gimana,” ujar Khofifah.
Dengan sumbangsih beragam profesi dan cepatnya persoalan kemacetan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk selesai, maka ketika musim Natal dan tahun baru, Idul Fitri dan menjelang Nyepi tak ada lagi masalah kemacetan.
Selain itu, ia banyak membahas potensi budidaya sapi wagyu melihat keberhasilan Bali membuat sapi lokalnya memiliki kualitas sangat baik di Indonesia.
Ia berharap keberhasilan budidaya di Jawa Timur disalurkan melalui IKA Unair Bali ke Pulau Dewata, sebab permintaan di Bali terutama untuk pariwisata sangat tinggi.
Dengan ini maka para alumni tersebut tidak hanya membantu Pemprov Bali namun andil dalam penguatan ekonomi masyarakat.
“Saya rasa sangat banyak kebutuhan daging wagyu di Bali, selama ini 100 persen impor padahal daging wagyu itu di atas Rp1 juta per kg sehingga ini sumber ekonomi baru,” tutur Khofifah.
Atas arahan tersebut, Ketua IKA Unair Bali Nyoman Dhukajaya memastikan ratusan anggota yang berasal dari Bali berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu memberikan solusi nyata pada berbagai persoalan yang dihadapi Bali saat ini seperti ketimpangan pembangunan, persoalan sampah, kemacetan, pemerataan akses dan mutu pendidikan, kualitas layanan kesehatan, ketahanan lingkungan, hingga penguatan ekonomi,” ujarnya.
Terdekat, mereka memastikan membersamai Pemprov Bali dalam ketahanan pangan dan ekonomi melalui kolaborasi dengan Balai Inseminasi Buatan untuk budidaya sapi dengan kualitas yang lebih baik lagi.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.