Herry Supriyatna

| 10 Juli 2026, 23:52 WIB

KH Zulfa Luncurkan Kitab, Gaungkan Kebangkitan Tradisi Keilmuan Nahdliyin

Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, meluncurkan kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa.

AKURAT.CO Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, meluncurkan kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa.

Peluncuran karya tersebut sengaja dilakukan menjelang forum tertinggi NU sebagai pengingat agar Muktamar tidak hanya diwarnai kontestasi kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi keilmuan dan literasi di kalangan Nahdliyin.

KH Zulfa mengatakan, peluncuran kitab tersebut bertepatan dengan Muktamar bukan bagian dari agenda politik organisasi, melainkan karena proses penulisan dan penyuntingannya baru rampung.

Namun, ia menilai momentum itu sangat tepat untuk mengajak warga NU kembali meneguhkan identitas organisasi sebagai pusat tradisi keilmuan Islam.

"Kalau Muktamar biasanya orang sibuk dengan kontestasi pemilihan Rais Aam maupun Ketua Umum. Saya ingin mengajak warga NU agar tidak lupa pada akarnya. Akar ulama itu adalah ilmu," kata KH Zulfa saat peluncuran kitab di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, tradisi NU sejak awal dibangun melalui karya-karya para ulama. Karena itu, budaya menulis kitab harus terus dilestarikan agar pemikiran dan metodologi keilmuan NU dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kita tahu tradisi di NU adalah tradisi keilmuan yang sangat kuat. Saya ingin tradisi menulis kitab terus hidup sehingga ulama-ulama NU meninggalkan karya yang bisa menjadi warisan bagi generasi mendatang," ujarnya.

Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa menghimpun empat karya berbahasa Arab yang membahas metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani.

Salah satu pembahasan utamanya mengulas metodologi pengambilan keputusan hukum di lingkungan NU yang menekankan pentingnya memahami tujuan syariat (maqashid syariah), kondisi sosial, adat istiadat, hingga perkembangan zaman sebelum menetapkan sebuah fatwa.

Melalui karya tersebut, KH Zulfa berharap NU terus memperkuat tradisi intelektualnya sehingga Muktamar tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat budaya keilmuan yang selama ini menjadi ciri khas organisasi.

Baca Juga: Jelang Muktamar, PBNU Luncurkan Kitab Karya KH Zulfa Mustofa untuk Hidupkan Tradisi Menulis Ulama