Banyak sekali dakwah dari Yang Mulia Habib Umar yang betul-betul sebuah kebenaran untuk kebaikan dunia. Pandangan itu menjadi sebuah energi bagi kehidupan kami

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani menilai dakwah-dakwah yang disampaikan oleh Habib Umar bin Hafidz mempermudah tugas MPR RI dalam menjaga persatuan bangsa, karena isi dakwahnya merupakan pesan-pesan pemersatu umat.

“Banyak sekali dakwah dari Yang Mulia Habib Umar yang betul-betul sebuah kebenaran untuk kebaikan dunia. Pandangan itu menjadi sebuah energi bagi kehidupan kami,” kata Muzani saat menerima kunjungan Habib Umar di Jakarta, Selasa.

Muzani menjelaskan MPR RI memiliki tugas memperkuat posisi negara, menjaga ideologi Pancasila, serta mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Baca juga: Indonesia jadi "tujuan wajib" dalam rihlah Habib Umar bin Hafidz

Ia menilai Habib Umar senantiasa menempatkan Islam sebagai pemersatu umat serta menekankan pentingnya keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah sebagai landasan keselamatan dunia dan akhirat.

Selain itu, Habib Umar kerap mengingatkan umat untuk menjaga ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Menurut Muzani, pesan tersebut merupakan pendekatan yang lembut untuk mencegah munculnya persoalan yang lebih besar dalam kehidupan masyarakat.

“Bagi kami di Indonesia, hal seperti itu justru memperkuat kami dalam bernegara,” ujarnya.

Baca juga: Tabligh Akbar Al Habib Umar doakan Indonesia diberi keberkahan

Muzani mengapresiasi dakwah Habib Umar yang mengedepankan persatuan, kesatuan, dan perdamaian umat di Indonesia. Ia menilai persatuan merupakan modal penting bagi bangsa dalam menjaga kehidupan bernegara.

“Ini mempermudah para pemimpin bangsa Indonesia dalam bekerja menjaga persatuan umat yang telah kami jaga hampir lebih dari 80 tahun,” kata Muzani.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.