Gorontalo Utara (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Dedy Dunggio memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat kecamatan secara nasional, berlangsung di Masjid Jami Kecamatan Gentuma Raya.
Dedy dengan kesederhanaannya, duduk bersila di Masjid Agung kecamatan tersebut, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan setempat.
Dedy mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi, merupakan momentum sebagai fondasi membangun peradaban sebagai refleksi peringatan kelahiran Baginda Rasulullah, sebagai mana pesan yang disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia.
“Rasulullah memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh. Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” kata Dedy selaku pimpinan DPRD di wilayah pesisir ini, mengutip penyampaian Menag.
Fondasi akhlak tersebut menjadi kunci transformasi yang dibawa Rasulullah SAW. Perubahan yang lahir dari dakwah Nabi tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga mengubah wajah peradaban manusia.
Dedy mengatakan seperti dikutip dari penyampaian Menag tentang sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
Pesan tersebut menjadi kunci untuk memahami perubahan yang dibawa Nabi mampu mengubah sejarah peradaban manusia.
Rasulullah memulai dakwahnya dengan membangun akhlak, sehingga nilai-nilai agama tidak hanya menjadi ajaran individual, tetapi juga kekuatan yang membentuk kehidupan sosial dan peradaban.
Empat belas abad lalu, manusia berada dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliah. Saat itu, nilai-nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan. Yang kuat menindas yang lemah, sementara perempuan kehilangan martabatnya.
Kini, manusia telah mengalami lompatan peradaban. Ilmu pengetahuan berkembang tanpa batas dan kehidupan manusia mengalami perubahan besar.
Pesan Menag, kata Dedy, hal itu mengingatkan kemajuan tersebut merupakan anugerah yang harus disyukuri sekaligus dirawat dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Di baliknya terdapat perjuangan yang begitu agung dari seorang Rasul pilihan Allah SWT, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dialah Baginda Nabi Muhammad SAW, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membebaskan manusia dari belenggu kejahilan,” kata Dedy mengutip penyampaian Menag Nasaruddin Umar.
Oleh karena itu, Dedy pun mengajak umat Islam di daerah itu, untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah yang perhatian kepada umatnya tetap hadir hingga akhir hayat.
“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Rasa cinta itu akan senantiasa bersemi untuk manusia yang senantiasa memikirkan, mendoakan dan memohonkan ampun bagi umatnya,” kata Dedy mengutip pesan Menag.
Ia berharap generasi muda Islam di daerah itu, dapat mencontoh teladan yang ditunjukkan Rasulullah, menjadi pribadi-pribadi yang penuh cinta kasih, saling memberi dukungan, saling hormat menghormati dan menjadi generasi tangguh dan penuh semangat harapan bangsa.
Menghadapi cuaca ekstrem musim kemarau disertai angin kencang saat ini, Dedy berpesan agar generasi muda dapat menjadi contoh yang baik dalam menjaga lingkungan dengan mengelolah sampah dengan baik.
Termasuk mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga sumber-sumber air agar kekeringan tidak semakin berdampak pada kesulitan air bersih.
Ia pun mengajak umat Islam di daerah itu untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh kesederhanaan dan merawat cinta kasih demi keselamatan dan kemakmuran daerah.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.