Pontianak (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sebanyak 6.169 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) hingga 31 Agustus 2026, dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 284 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan dicurigai sebagai titik api. Sebaran tersebut didominasi di Kabupaten Ketapang sebanyak 111 titik dan Kubu Raya sebanyak 42 titik," kata Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar Daniel, di Kubu Raya, Selasa.
Ia mengatakan, data sebaran titik panas tersebut akan kembali diperbarui BMKG pada 1 September 2026 pukul 16.00 WIB.
Verifikasi di lapangan diperlukan untuk memastikan 284 titik itu tingkat kepercayaan tinggi benar-benar merupakan titik api atau hanya pantulan dari objek tertentu yang terbaca satelit sebagai titik panas.
“Sebab, yang tertangkap oleh satelit bukan hanya api. Pantulan dari benda-benda tertentu juga dapat terbaca sebagai titik panas,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL) yang memiliki karakteristik lahan gambut.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman lebih sulit karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat hingga lapisan bawah gambut dan kembali muncul meski permukaan terlihat telah padam.
“Kedalaman gambut di Kalimantan Barat dapat mencapai satu hingga delapan meter sehingga penanganannya membutuhkan teknik khusus," tuturnya.
Ia menambahkan, dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat, lebih dari 14 ribu personel dikerahkan dan tersebar di seluruh wilayah.
"Konsentrasi personel lebih banyak ditempatkan di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara karena ketiga wilayah tersebut memiliki luasan lahan terbakar yang cukup besar serta terdapat kawasan gambut," ujarnya.
Sementara terkait informasi mengenai bantuan dari sejumlah negara untuk penanganan karhutla, hingga kini BPBD Kalbar belum menerima informasi resmi secara rinci.
Pewarta: Rendra Oxtora dan Sucia Lucinda
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.