Jakarta -
Belajar tidak selalu dilakukan sambil duduk di meja atau membaca buku. Bagi anak, bergerak mengikuti irama musik juga menjadi salah satu cara menyenangkan untuk mengasah kemampuan fisik sekaligus membangun rasa percaya diri.
Keseruan itu terlihat dalam Dance Competition, salah satu rangkaian acara Morinaga Door Of Future: Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab yang digelar di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026). Kompetisi ini diikuti anak usia 4 sampai 6 tahun yang tampil secara berkelompok dengan anggota tiga hingga enam anak dalam setiap tim.
Di atas panggung, setiap kelompok menampilkan koreografi yang telah dipersiapkan. Meski masih berusia dini, mereka tampak percaya diri menari di hadapan juri dan ratusan penonton yang memberikan sorak dan tepuk tangan setiap penampilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu guru peserta, Risa (29), mengaku kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang positif bagi muridnya, Nazla (6). Menurutnya, tampil di atas panggung membantu anak lebih berani sekaligus belajar mandiri.
"Alhamdulillah sangat membantu banget. Apalagi ini kan dari umur 4 tahun. Kalau di rumah cuma main-main saja. Di sini ngelatih geraknya, keberaniannya, terus mandirinya saat maju ke depan juga kan enggak ditemenin," kata Risa kepada detikcom saat ditemui di Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab', di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Selain melatih keberanian, Risa menilai kegiatan tersebut membuat anak lebih percaya diri ketika berada di lingkungan baru dan bertemu banyak orang.
"Supaya dia juga enggak takut ketemu orang banyak. Ini kan ditonton orang banyak. Alhamdulillah ngelatih untuk berani," ujarnya.
Risa berharap pengalaman mengikuti Dance Competition dapat membuat anak semakin senang mengeksplorasi bakat yang dimilikinya.
"Nanti kalau sudah besar mungkin dia ngerasa, ternyata seru ya nari. Jadi pengin coba jadi penari," kata Risa.
Kegiatan menari memang tidak hanya menjadi hiburan bagi anak. Saat mengikuti gerakan sesuai irama musik, anak menggunakan hampir seluruh anggota tubuhnya sehingga kemampuan motorik, keseimbangan, koordinasi, kelenturan, dan kelincahan ikut terlatih.
Manfaatnya juga dirasakan oleh perkembangan otak. Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology tahun 2026 menyebutkan aktivitas tari dapat membantu meningkatkan fungsi eksekutif anak, seperti kemampuan berkonsentrasi, mengingat urutan gerakan, mengikuti instruksi, hingga mengendalikan diri. Saat menari bersama teman, anak juga belajar menyamakan gerakan, mengenali tempo, dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.
Selain itu, aktivitas fisik sejak usia dini berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. World Health Organization (WHO) menganjurkan anak usia prasekolah untuk aktif bergerak setiap hari melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Kebiasaan tersebut membantu memperkuat tulang dan otot, meningkatkan kebugaran, serta mendukung perkembangan motorik yang optimal.
Melalui Dance Competition, anak tidak hanya memperoleh pengalaman tampil di atas panggung, tetapi juga belajar aktif bergerak, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri dalam suasana yang menyenangkan.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: KemenPPPA Catat 21 Ribu Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)