REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap hasil pengujian terkait dampak penggunaan rokok elektronik atau vape terhadap kesehatan. Kepala BRIN Arif Satria menyebut penggunaan vape berkaitan dengan masalah diabetes, paru-paru, hingga pankreas.
Arif bahkan menyebut dampak penggunaan vape terhadap penyakit tersebut cukup serius. Ia mengatakan vape dapat menyebabkan diabetes dan berkaitan dengan puluhan penyakit paru.
“Vape ini secara medis, dari uji yang dilakukan oleh BRIN, berdampak kepada kesehatan. Satu masalah diabetes, kemudian masalah paru-paru, kemudian yang ketiga juga masalah pankreas,” kata Arif seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Dalam penjelasannya, Arif menyebut hasil kajian BRIN menunjukkan 100 persen diabetes dan 92 penyakit paru berkaitan dengan penggunaan vape. Klaim tersebut menjadi salah satu alasan BRIN akan memperkuat kajian mengenai dampak rokok elektronik terhadap kesehatan.
Jumlah pengguna vape di Indonesia, kata Arif, saat ini telah mencapai lebih dari empat juta orang. Karena itu, pemerintah menilai diperlukan riset yang lebih mendalam untuk memetakan dampak kesehatan sekaligus menyusun kebijakan yang tepat.
Selain persoalan kesehatan, BRIN juga menyoroti potensi vape dimanfaatkan sebagai celah penyalahgunaan narkoba.
“Namun demikian, vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi,” ujarnya.
BRIN akan mengkaji pengembangan alat pendeteksi narkoba dengan biaya yang terjangkau. Teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba tanpa membebani anggaran negara.
BRIN juga akan mengkaji penggunaan vape, dampaknya terhadap kesehatan, serta celah pemanfaatannya untuk penyalahgunaan narkoba. Kajian tersebut akan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Arif mengatakan hasil riset dan naskah akademik akan menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi terkait vape maupun pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba dan meningkatkan kualitas pusat rehabilitasi.
“Kita diminta untuk memperkuat riset dan inovasi berkaitan dengan soal upaya-upaya untuk menyelamatkan generasi ke depan itu. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana memperkuat dan meningkatkan kualitas dan memperbanyak pusat-pusat rehabilitasi,” kata Arif.
Menurut Arif, seluruh langkah tersebut diarahkan untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. “Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba,” ujarnya.
sumber : Antara