Jakarta -

Ada mobil yang sejak awal membuat kita ingin mengemudikannya. Ada pula mobil yang justru membuat kita ingin duduk di belakang, membiarkan sopir bekerja, sementara kita tinggal menikmati perjalanan.

Lexus ES, setidaknya dari pengalaman pertama saya dengan generasi terbarunya, ternyata bisa melakukan keduanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

A Day Reimagined with The All New Lexus ESA Day Reimagined with The All New Lexus ES Foto: dok. Lexus Indonesia

A Day Reimagined with The All-New Lexus ES

Kamis pagi kemarin saya tidak perlu memikirkan kemacetan Jakarta. Sebuah Lexus ES 350e datang menjemput dari rumah.

Saya tinggal membuka pintu, masuk, lalu duduk di belakang. Rasanya memang seperti menjadi pemilik mobil tersebut.

Kabin belakang terasa lega dan nyaman. Suasana juga cukup tenang meski mobil melewati jalanan Jakarta yang mulai ramai.

Yang paling saya perhatikan justru tirai di kaca samping. Di tengah kemacetan pagi, rasanya seperti punya ruang sendiri.

Perjalanan membawa saya ke Lexus Gallery Mampang Prapatan. Kami sarapan sekaligus melihat fasilitas yang disediakan Lexus. Menariknya, Lexus ternyata tidak hanya memikirkan pemilik mobil.

Sopir atau driver juga mendapat perhatian. Ada fasilitas pijat gratis hingga cukur rambut yang bisa digunakan sambil menunggu. Sebuah detail kecil, tetapi cukup menggambarkan pengalaman kepemilikan yang ingin dibangun Lexus.

Setelah sarapan, giliran saya bekerja. Bukan sebagai penumpang lagi, melainkan sebagai pengemudi.

Konsep Tazuna Cockpit di Lexus ES generasi baru sangat memudahkan pengendaraKonsep Tazuna Cockpit di Lexus ES generasi baru sangat memudahkan pengendara Foto: dok. Lexus Indonesia

Dari Penumpang Menjadi Pengemudi

Saya membawa ES 350e menuju BSD City. Di balik kemudi, sedan ini terasa tidak intimidatif. Posisi berkendara mudah didapat, jok nyaman, sementara kemudi ringan tetapi tetap memberikan kontrol.

Lexus mempertahankan karakter ES yang mengutamakan kenyamanan, tetapi generasi terbaru ini dikembangkan dengan TNGA GA-K, termasuk chassis, suspensi, dan sistem kemudi agar pengalaman berkendara terasa lebih natural.

Interiornya juga menarik. Desain minimalis tidak membuat fungsi dikorbankan. Ada Responsive Hidden Switches, tombol fisik yang menyatu dengan permukaan interior dan tetap mudah digunakan.

Konsep Tazuna Cockpit juga terasa membantu. Navigasi dari Apple CarPlay atau Android Auto bahkan bisa ditampilkan di panel instrumen, sehingga saya tidak harus terus melirik layar tengah.

Sebagai mobil listrik, ES 350e punya respons instan. Motor listriknya menghasilkan 221 hp dan torsi 268,6 Nm. Energi disimpan dalam baterai 74,69 kWh dengan jarak tempuh hingga 581 km berdasarkan WLTP.

Di mode Normal, tenaga terasa halus dan mudah dikendalikan. Begitu mode Sport dipilih, responsnya berubah lebih agresif.

Masuk Jakarta pada siang hari juga terasa menyenangkan. Stop and go menjadi ringan, sementara kabin tetap senyap. Kamera 360 derajat dan Lexus Safety System+ 4.0 turut membantu perjalanan.

Konsep Tazuna Cockpit di Lexus ES generasi baru sangat memudahkan pengendaraKonsep Tazuna Cockpit di Lexus ES generasi baru sangat memudahkan pengendara Foto: dok. Lexus Indonesia

Giliran ES 350h

Setelah makan siang, saya mencoba ES 350h. Dari belakang, pengalaman terasa sedikit berbeda karena tidak ada tirai kaca samping.

Lantas saya juga sadar bahwa generasi baru ES 350h ini mengusung atap panoramic sunroof yang hanya sepotong dan tidak utuh hingga ke belakang. Harusnya kalau sampai belakang, pasti akan lebih memanjakan penumpang.

Namun saat mengemudi, ES 350h kembali menunjukkan sisi lain. Sedan sepanjang 5,14 meter ini terasa ringan dan mudah dikendalikan.

Peleknya berukuran 19 inci dengan ban 235/55 R19, lebih tebal dibandingkan 350e yang memakai 21 inci dan 235/45 R21. Di jalan kurang mulus, kombinasi ini terasa lebih bersahabat.

Mesin 2.487 cc empat silinder hybrid dipadukan motor listrik dengan total output 244 hp. Perpindahan antara mesin dan motor terasa halus, sesuai karakter Lexus yang mengutamakan kenyamanan.

Lexus ES 350 eLexus ES 350 e Foto: dok. Lexus Indonesia

Sedan Mewah yang Asyik Disetir Sendiri!

Seharian bersama dua versi The All-New Lexus ES akhirnya memberikan kesan yang cukup menarik.

ES memang masih punya alasan kuat untuk dinikmati dari kursi belakang. Tetapi generasi terbaru ini juga terasa seperti ingin mengajak pemiliknya sesekali mengambil alih kemudi.

Dan ternyata, duduk di belakang maupun di balik setir sama-sama punya cerita sendiri.

(mhg/rgr)