Minggu, 27 September 2026 - 11:10 WIB
VIVA – Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah sempat membentangkan bendera Merah Putih saat seremoni pemberian medali emas Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu 26 September 2026.
Baca Juga
Namun tiba-tiba seorang panitia kemudian mengambil bendera tersebut dari tangan Erwin. Apa alasannya?
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rahmat Erwin sebelumnya memastikan medali emas nomor 75 kilogram setelah mencatat total angkatan 366 kilogram. Ia membukukan 160 kilogram pada snatch dan 206 kilogram pada clean and jerk.
Baca Juga
Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah
Photo :
- AP Photo/Louise Delmotte
Catatan tersebut membuat Rahmat Erwin mengungguli lifter Korea Utara, Ri Chong-song, yang finis dengan total angkatan 357 kilogram dari 162 kilogram snatch dan 195 kilogram clean and jerk.
Baca Juga
Setelah prosesi pemberian medali, seorang ofisial tim memberikan bendera Merah Putih kepada Rahmat. Lifter berusia 25 tahun itu kemudian sempat membentangkannya di atas panggung.
Tak lama kemudian, seorang panitia berbaju biru menghampiri Rahmat dan mengambil bendera tersebut sembari memberikan gestur meminta maaf. Rahmat yang tersenyum kemudian turun dari panggung tanpa melakukan protes. Ia juga memberikan gestur meminta maaf kepada panitia.
Tindakan panitia tersebut bukan karena bendera Merah Putih dilarang dalam seremoni. Mereka mengikuti regulasi Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) mengenai seremoni kemenangan yang secara tegas melarang peraih medali membawa bendera atau benda lain ke atas panggung selama prosesi penyerahan medali.
Aturan tersebut tercantum dalam poin kedua Pasal 6.9 tentang Seremoni Kemenangan. Regulasi itu mengatur bahwa para peraih medali harus berada di posisi yang telah ditentukan di atas panggung dengan mengenakan seragam yang disediakan atau disetujui federasi anggota.
Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa para peraih medali dilarang membawa bendera atau benda lain ke atas panggung selama upacara penyerahan medali berlangsung.
Aturan tersebut berbeda dengan sejumlah cabang olahraga lain yang memungkinkan atlet membawa atau mengenakan bendera negaranya ketika merayakan keberhasilan di podium.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
IWF memberlakukan ketentuan tersebut setelah insiden pada Kejuaraan Angkat Besi Eropa di Yerevan, Armenia, pada April 2023. Saat itu, seorang tak dikenal mengambil bendera Azerbaijan secara paksa dan membakarnya saat seremoni pembukaan.
Federasi Angkat Besi Eropa (EWF) kemudian menyebut kejadian tersebut sebagai serangan terhadap integritas olahraga dan prinsip universal fair play. Kontingen Azerbaijan juga menarik diri dari turnamen dan meninggalkan Armenia.
Halaman Selanjutnya
Sejak aturan itu diberlakukan, bendera negara para pemenang tetap ditampilkan dalam seremoni penyerahan medali, tetapi dalam bentuk gambar di layar dan bukan dibawa langsung oleh atlet ke atas panggung.