Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia memasuki laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026 dengan situasi genting. Partai tandang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB, akan menentukan tiket semifinal.
Singapura menempati peringkat kedua dengan tujuh poin dari tiga laga, sedangkan Indonesia menguntit di bawahnya dengan enam poin dari jumlah pertandingan yang sama; kemenangan menjadi syarat utama bagi Rizky Ridho dan kawan-kawan.
Skenario ini memunculkan kembali dua memori besar dalam pertemuan Indonesia dan Singapura di fase grup turnamen yang sama. Pada dua edisi berbeda, Garuda pernah merasakan pahitnya tersingkir dan juga manisnya keluar dari tekanan saat berjumpa The Lions.
Kedua momen itu sama-sama terjadi ketika langkah ke empat besar dipertaruhkan. Satu berujung kandas pada 2007, sementara yang lain membuka jalan ke semifinal pada 2016.
Kegagalan Pahit Edisi 2007
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1388618/original/089721500_1477661554-firmansyah.jpg)
Perbesar
Di Piala Tiger 2007, Indonesia yang ditangani Peter Withe tergabung di Grup B bersama Singapura, Vietnam, dan Laos. Start Garuda kala itu cukup baik: menang 3-1 atas Laos dan imbang 1-1 melawan Vietnam.
Dengan modal empat poin, Indonesia menempati posisi kedua sebelum menghadapi tuan rumah Singapura pada laga terakhir grup. Partai penentuan tersebut berakhir imbang 2-2.
Dua gol Singapura lahir lewat Noh Alam Shah pada menit ke-10 dan Indra Sahdan menit ke-52. Indonesia membalas melalui Ilham Jaya Kesuma menit ke-27 dan Zaenal Arifin menit ke-56.
Di saat bersamaan, Vietnam—yang sebelumnya baru mengoleksi dua poin dari dua hasil imbang—menggulung Laos 9-0. Situasi itu membuat Singapura, Vietnam, dan Indonesia sama-sama mengakhiri fase grup dengan lima poin.
Namun, Indonesia kalah selisih gol dari dua pesaingnya. Garuda harus puas finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup B dan gagal melangkah ke semifinal Piala Tiger 2007.
Comeback Penentu Edisi 2016
Sembilan tahun berselang, Indonesia kembali memasuki laga hidup-mati melawan Singapura di Piala AFF 2016. Saat itu, tim asuhan Alfred Riedl berada di Grup A bersama Thailand, Filipina, dan Singapura.
Perjalanan awal tidak mulus. Indonesia kalah 2-4 dari Thailand pada laga perdana, lalu bermain imbang 2-2 dengan Filipina. Setelah dua pertandingan, Thailand memimpin dengan enam poin, Filipina menguntit dengan dua poin, dan Indonesia mengoleksi satu poin.
Partai ketiga kontra Singapura pun menjadi penentu. Indonesia tertinggal lebih dulu melalui gol Khairul Amri pada menit ke-27.
Kebangkitan datang pada babak kedua. Andik Vermansah menyamakan skor pada menit ke-62, sebelum Stefano Lilipaly memastikan kemenangan 2-1 lewat gol pada menit ke-85.
Tiga poin dari laga tersebut mengangkat Indonesia ke posisi kedua Grup A dengan total empat poin. Garuda lolos ke semifinal Piala AFF 2016 dan terhindar dari kegagalan yang sempat membayangi sejak awal fase grup.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Striker Vietnam Protes Nilai Pasar Timnas Indonesia