para peserta pada akhir magang kita fasilitasi dengan sertifikasi kompetensi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengoptimalkan pemerataan bidang studi dan kompetensi, serta lokasi pelaksanaan program Magang Nasional (Magang Hub) Tahun 2026.

“Dari aspek distribusi, pada Magang Nasional Angkatan pertama masih terkonsentrasi di kota-kota besar dan pulau Jawa. Karenanya, pada Magang Nasional Angkatan II kita distribusikan lebih merata. Selain itu, bidang studi juga terkonsentrasi pada bidang-bidang tertentu, kita distribusikan untuk lebih merata,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan catatan Kemnaker, jumlah peserta Magang Nasional 2025 mencapai sekitar 102,6 ribu orang dari total pendaftar sekitar 370,5 ribu orang, dengan keterlibatan 11.772 perusahaan/instansi pemerintah sebagai tempat magang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, Anwar mengakui bahwa pada pelaksanaan perdana program ini masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya Jakarta.

Selain pemerataan dalam lokasi pelaksanaan dan bidang studi, Kemnaker juga berkomitmen untuk melakukan peningkatan dalam penyelenggaraan Magang Nasional tahun ini.

Baca juga: Menaker: Magang nasional fasilitasi tenaga kerja masuk dunia industri

Baca juga: Kemnaker perluas sasaran MagangHub bagi lulusan pendidikan profesi

Anwar menjelaskan, program magang dinilai tidak cukup hanya berhasil dari sisi jumlah peserta, tetapi juga harus dipastikan kualitas pembelajaran, peran mentor, kepatuhan penyelenggara, pelaporan peserta, serta hasil pasca program.

Oleh karena itu, pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemnaker memperkuat pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggara dan mentor, serta pelacakan hasil peserta setelah program berakhir.

“Mengenai sistem juga kita lakukan berbagai pembenahan, misalnya verifikasi penyelenggara magang yang lebih ketat. Alokasi untuk penyelenggara magang perusahaan dan industri kita tingkatkan rasionya dibanding penyelenggara sektor pemerintah agar pemagangan lebih berdampak kepada kebekerjaan,” kata Anwar.

“Maka, selain rasio dari perusahaan kita tingkatkan para peserta pada akhir magang kita fasilitasi dengan sertifikasi kompetensi. Selain itu, kita juga membangun komunikasi yang intensif dengan perusahaan untuk mempertimbangkan para peserta untuk direkrut sebagai karyawan,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Magang Nasional 2026 menargetkan sebanyak 150 ribu peserta, yang dibagi ke dalam tiga tahap dengan kuota masing-masing 50 ribu peserta.

Setelah pendaftaran untuk tahap pertama ditutup pada 28 Juli, proses akan dilanjutkan dengan seleksi peserta hingga 5 Agustus 2026.

Selanjutnya, pleno dan penetapan peserta dilaksanakan pada 6 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi pada 7 Agustus 2026, pelaksanaan magang dimulai pada 10 Agustus 2026, dan kick off penyelenggaraan Magang Nasional 2026 Tahap 1 dijadwalkan pada 11 Agustus 2026.

Baca juga: Kemnaker komitmen perkuat vokasi dan penerapan "green office"

Baca juga: Menaker: Magang Nasional permudah industri dapatkan SDM siap kerja

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.