Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sistem seleksi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mengikuti pendidikan komponen cadangan (komcad).

Hal tersebut dikatakan Gabriel berkaitan dengan meninggalnya salah satu peserta komcad ASN saat menjalankan pendidikan.

"Semuanya (sistem seleksi) akan dievaluasi. Semua mekanisme kan, semua kan lewat seleksi dan tahapan-tahapan yang ada," kata Gabriel saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa.

Menurut dia, evaluasi itu perlu dilakukan agar para ASN bisa terseleksi dengan baik terutama di bidang kesehatan sebelum mengikuti pendidikan komcad.

Dengan seleksi yang ketat, Gabriel yakin para ASN yang lolos akan lebih siap dalam mengikuti pendidikan komcad.

Kendati demikian, Gabriel tidak menjelaskan secara rinci apa saja poin-pion tahapan penyeleksian dan pelatihan yang akan dievaluasi.

Di waktu dan tempat yang sama, ANTARA sempat bertanya kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait meninggalnya satu ASN saat pendidikan Komcad.

Namun demikian, Sjafrie tidak mau berkomentar terkait hal tersebut.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengucapkan bela sungkawa dalam akun instagramnya @teukuriefky yang diunggah Senin (28/9).

Dalam unggahannya, ASN yang meninggal bernama Vanreko Varkas Bagaskara. Unggahannya tersebut tidak menjelaskan secara rinci penyebab Vanreko meninggal.

Namun unggahan Teuku di akun instagramnya mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses penerimaan jenazah hingga pemakaman.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemhan evaluasi sistem seleksi pendidikan ASN untuk komcad

Pewarta: Walda Marison
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.