"Bukan per desa, jadi dua desa itu langsung mengelola anggaran,”
Bima (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan Rp4 miliar untuk pembangunan infrastruktur dasar di 16 desa Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima Hariman mengatakan anggaran tersebut dialokasikan Rp500 juta untuk setiap kecamatan yang mencakup dua desa.
"Bukan per desa, jadi dua desa itu langsung mengelola anggaran,” kata Hariman saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu.
Ia mengatakan PISEW diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menggerakkan potensi ekonomi lokal melalui pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan kawasan perdesaan.
Anggaran tersebut menyasar delapan kecamatan dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung kegiatan pertanian, perikanan, perdagangan, serta aktivitas sosial masyarakat di kawasan perdesaan.
Delapan kecamatan yang menjadi sasaran PISEW 2026 yakni Soromandi, Woha, Palibelo, Belo, Langgudu, Lambitu, Sape, dan Wera. Setiap kecamatan mencakup dua desa sehingga total terdapat 16 desa penerima program.
Hariman mengatakan anggaran tersebut dapat digunakan untuk pembangunan maupun peningkatan infrastruktur yang menunjang kegiatan ekonomi masyarakat, antara lain jalan usaha tani, saluran drainase, tempat penjemuran ikan, pasar desa, serta jembatan dengan bentang maksimal enam meter.
Menurut dia, jenis infrastruktur yang dibangun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi masing-masing wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Hariman juga menekankan penggunaan tenaga kerja dan material lokal dalam pelaksanaan pembangunan sehingga program tersebut turut memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
"Saya berharap program ini membawa dampak ekonomi karena harus menggunakan tenaga kerja dan material lokal,” ujarnya.
Hariman berharap pembangunan melalui PISEW tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di desa penerima.
“Di samping infrastruktur yang dibangun bermanfaat untuk masyarakat dalam mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial,” katanya.
Kepala Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Suherman mengatakan program PISEW memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui pembangunan akses jalan yang menunjang kegiatan ekonomi pertanian di wilayahnya.
"Program ini sangat berguna, terutama di desa kami karena proyek ini membuka akses jalan ekonomi pertanian yang selama ini belum tersentuh pembangunan daerah,” katanya.
Ia berharap pembangunan akses tersebut dapat mempermudah mobilitas petani dan distribusi hasil pertanian dari wilayah produksi menuju pusat kegiatan ekonomi.
PISEW merupakan program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat yang dilaksanakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar serta meningkatkan akses masyarakat terhadap kegiatan sosial dan ekonomi di kawasan perdesaan.
Infrastruktur yang dibangun melalui program tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk pertanian, perikanan, dan perdagangan.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026