Lubuk Basung (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membangun 360 unit hunian tetap (huntap) terpadu pada 2026 bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada akhir 2025.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan 360 unit huntap dibangun di lahan tanah bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 280 unit dan lahan milik Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang Kecamatan Palembayan 80 unit.
"Pembangunan sedang dalam proses tender dan berkemungkinan pertengahan bulan September sudah selesai tender, sehingga pembangunan bisa dimulai," katanya.
Ia mengatakan lokasi BBI Gumarang bakal diperuntukkan bagi penyintas khusus di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.
Sementara di Sungai Jariang untuk Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, dan Malalak.
Baca juga: BNPB mulai bangun hunian tetap mandiri di Salareh Aia Agam
"Ada sebanyak 298 penyintas di luar Kecamatan Palembayan yang bersedia pindah ke Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung," katanya.
Ia menambahkan bahwa pada 2026 juga dibangun huntap terpadu bantuan Yayasan Buddha Suci dengan arahan dari Kementerian PKP sebanyak 180 unit.
Selain itu, Baznas RI rencananya juga bakal membangun 100 unit huntap di Agam pada 2026 dan saat ini sedang dalam proses.
"Sebanyak 620 unit huntap dibangun tahun ini dan kemungkinan ada penambahan pembangunan dari donatur. Apabila tidak ada, maka dilanjutkan pada tahun depan," katanya.
Standar pembangunan sama dan setiap donatur ada pilihannya apakah menggunakan bata interlock atau sepablock dari PT Semen Padang yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Group dan Rumah Anti Gempa (RAG) dari Universitas Andalas.
Baca juga: Pemkab Agam sediakan empat lokasi hunian tetap bagi penyintas
Sementara penerima bantuan rumah telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Agam dan data telah dipadankan Disdukcapil Agam.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.