Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terhadap penyelenggaraan pelayanan pariwisata.

"Menteri pariwisata sudah meminta jajaran untuk memantau pembatalan penerbangan," kata Juru Bicara Kementerian Pariwisata Apni Jaya Putra saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Minggu.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata antara lain memantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penyelenggaraan layanan penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

Sementara itu, Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan menyampaikan bahwa operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga 09.30 WIB.

Kementerian Perhubungan juga menutup Bandara Radin Inten Lampung, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Pondok Cabe Jakarta, Bandara Budiarto Curug Tangerang, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Penutupan sementara layanan penerbangan dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak sebaran abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.

Warga yang hendak menggunakan layanan penerbangan melalui bandara-bandara tersebut diminta memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan mereka.

Baca juga: Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai ke Bogor

Apni, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Komunikasi dan Media Menteri Pariwisata, menyampaikan bahwa penyesuaian layanan penerbangan dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan dan keamanan calon penumpang.

Para wisatawan diharapkan memahami keputusan otoritas untuk membatalkan, menunda, atau menjadwalkan kembali penerbangan guna mencegah dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap keselamatan penerbangan.

Selain itu, Kementerian Pariwisata menyampaikan imbauan kepada wisatawan yang sedang berlibur di daerah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengenakan masker guna meminimalkan dampak paparan abu vulkanik.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.