Madura Raya (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menggerakkan pelaku usaha melalui program tanggungjawab sosial perusahaan untuk membantu perluasan akses jaringan listrik warga di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim di Sumenep, Selasa mengatakan, langkah itu dilakukan, karena akses jaringan listrik di wilayah itu masih sangat terbatas, terutama di Pulau Kangean, yakni di Pangerungan Besar.

"Di sana ada sekitar 2 ribu kepala keluarga yang belum menikmati aliran listrik. Kalaupun ada warga yang memiliki listrik, itupun terbatas hanya beberapa jam sehari, dan tidak sampai 24 jam sebagaimana aliran listrik yang dinikmati warga di daratan," katanya.

Menurut wabup, Pemkab Sumenep berupaya memfasilitasi perluasan akses jaringan listrik di pulau itu. Akan tetapi karena anggaran terbatas, maka hal itu tidak bisa segera dilakukan.

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM," katanya.

Pihak Kementerian, sambung dia, langsung memberikan perhatian khusus dengan cara menggerakkan pelaku usaha yakni SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) untuk membantu perluasan akses jaringan melalui program tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).

Hasilnya, sebanyak 1.600 KK dari total 2 ribu KK yang ada di Pegerungan Besar, Pulau Kangean, Sumenep tersebit kini telah menikmati aliran listrik.

"Melalui progran CSR, SKK Migas dan KEI telah membangun Satuan Pembangkit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas total 600 kVa (2 x 300 kVa) untuk menerangi warga yang belum bisa menikmati aliran listrik di sana," katanya.

Wabup menuturkan, penandatanganan penyerahan bantuan listrik kepulauan dari SKK Migas dan KEI telah dilakukan beberapa waktu lalu dan program tersebut juga menjadi solusi atas keterbatasan listrik di wilayah kepulauan terpencil yang ada di Kabupaten Sumenep.

Selain itu, sambung wabup, bantuan dari SKK Migas dan KEI juga bisa memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal di sektor pengolahan hasil laut, mendukung kualitas pendidikan anak sekolah, dan membantu pemerintah mencapai target 100 persen Rasio Elektrifikasi di Jawa Timur.

"Kabar terbaru yang kami terima, saat ini perusahaan juga telah dalam proses pesanan pembelian untuk pengadaan dua unit mesin diesel berkapasitas 2 x 350 kVa (700 kVa) yang diperuntukkan bagi Pulau Pagerungan Kecil. Fasilitas dari KEI tersebut nantinya akan disinergikan dengan alokasi hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 MW dari program Danantara, Pemkab Sumenep, dan PLN guna membentuk sistem energi hibrida," kata wabup.

Dengan demikian, 400 kepala keluarga yang ada di Pulau Kangen yang kini belum menerima sambungan listrik juga akan bisa menikmati aliran listrik 24 jam sebagaimana 1.600 kk lainnya.

Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.