Kementan tambah bantuan 74 unit irigasi untuk pertanian Solok
Sabtu, 8 Agustus 2026 05:03 WIB
Bupati Solok Jon Firman Pandu saat menyambut kedatangan Direktur Irigasi Kementerian Pertanian, Dr Liferdi Lukman, di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Solok
Solok (ANTARA) - Kementerian Pertanian menambah alokasi bantuan irigasi menjadi 74 unit untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pascabanjir guna mempercepat rehabilitasi lahan dan memperkuat ketahanan pangan.
Direktur Irigasi Kementerian Pertanian, Dr Liferdi Lukman, di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat, mengatakan peningkatan alokasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Solok dalam menangani lahan pertanian terdampak bencana.
"Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit. Daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan memperoleh tambahan dukungan dari pemerintah pusat," katanya.
Menurut dia, percepatan pembangunan jaringan irigasi menjadi faktor penting untuk memulihkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Karena itu, pemerintah daerah diminta terus mengusulkan kebutuhan pembangunan melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri) agar dapat diakomodasi dalam program nasional.
Ia mengatakan pemerintah pusat juga telah mengubah pola penyaluran bantuan dengan menyalurkannya langsung kepada kelompok tani tanpa melalui pihak ketiga sehingga manfaat program dapat diterima lebih cepat dan tepat sasaran oleh petani.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemerintah nagari aktif menyampaikan kebutuhan masyarakat sehingga proses verifikasi dan penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih efektif.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan dukungan pemerintah pusat telah mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. "Hingga saat ini sekitar 80 persen lahan dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang telah berhasil dipulihkan," katanya.
Meski demikian, kata dia, masih terdapat sekitar 64 hektare lahan dengan kategori rusak berat yang memerlukan penanganan lanjutan. Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut agar seluruh lahan tersebut dapat kembali produktif.
"Alhamdulillah, sawah yang kita lihat hari ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Mudah-mudahan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat kita kembali tumbuh," ujarnya.
Jon menegaskan seluruh bantuan dari pemerintah pusat akan dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian serta program swasembada pangan nasional.
Peninjauan lahan pertanian di Nagari Selayo menunjukkan sebagian besar areal sawah yang sebelumnya terdampak bencana kini telah kembali produktif dan memasuki musim tanam ketiga.
Kondisi itu menjadi indikator percepatan pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Solok sekaligus dasar pemerintah pusat meningkatkan dukungan pembangunan irigasi di daerah tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementan tambah bantuan 74 unit irigasi untuk pertanian Solok