Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Badan Pengelola Investasi Danantara untuk membangun industri hilir kelapa terpadu di sejumlah daerah sebagai upaya memperkuat nilai tambah komoditas tersebut sekaligus meningkatkan penyerapan bahan baku di dalam negeri.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Rosyid mengatakan Danantara saat ini telah melakukan survei di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi kawasan pembangunan industri hilir kelapa terpadu.
"Alhamdulillah PTPN juga sudah mulai bekerja keras di Jawa Timur membangun kebun inti kelapa dan akan merambah ke plasma. Danantara juga sudah survei beberapa lokasi untuk membangun industri hilir terpadu ini," kata Agus dalam webinar Hilirisasi, Ungkit Nilai Tambah dan Daya Saing Kelapa Nasional di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pembangunan industri tersebut akan diprioritaskan di daerah yang memiliki ketersediaan bahan baku kelapa melimpah, tetapi belum didukung kapasitas industri pengolahan yang memadai.
Ia menegaskan pembangunan industri hilir tersebut tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan pelaku industri pengolahan kelapa yang telah beroperasi, melainkan mengisi wilayah yang selama ini belum memiliki daya serap industri yang optimal.
"Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku. Beberapa tahun lalu sempat ada perusahaan yang mengalami kekurangan bahan baku," ucapnya.
Baca juga: Indonesia targetkan jadi pengekspor utama produk hilir kelapa global
Baca juga: Bappenas: Kawasan industri kelapa terpadu strategi percepat hilirisasi
Agus mengatakan pengembangan industri hilir merupakan bagian dari target besar pemerintah dalam memperkuat hilirisasi kelapa sesuai arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan kelapa hingga sekitar 500 ribu hektare.
Namun, menurut Agus, kemampuan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mencakup sekitar 221 ribu hektare hingga 2027, sehingga diperlukan dukungan investasi dari berbagai pihak, termasuk swasta dan Danantara.
Selain meningkatkan pasokan bahan baku industri, pembangunan industri hilir diharapkan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja.
Keterlibatan Danantara dalam pengembangan industri hilir kelapa sejalan dengan proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan lembaga tersebut.
Danantara sebelumnya menyatakan tengah menggarap 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi sekitar Rp225 triliun. Salah satu proyek tersebut mencakup pengembangan industri kelapa.
Baca juga: Bappenas: Keberhasilan hilirisasi kelapa dimulai dari pembenahan hulu
Baca juga: Kementan siapkan hilirisasi perkebunan di Nabire
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.