Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengembangan industri permesinan agar kebutuhan mesin di berbagai sektor industri dapat semakin dipenuhi melalui produksi dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menyampaikan penguatan industri permesinan menjadi salah satu penekanan dalam arahan Menteri Perindustrian (Menperin) terkait pengembangan sektor ILMATE.

“Lebih banyak fokus pada industri yang kita buat di dalam negeri,” kata Setia di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan audit dan peninjauan untuk memetakan jenis mesin yang perlu menjadi prioritas pengembangan. Langkah tersebut diperlukan untuk menentukan kebutuhan mesin yang dinilai penting untuk dapat dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri.

Baca juga: Wamenekraf: Industri gim jadi mesin pertumbuhan baru ekraf

Setia menyampaikan pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan pada satu sektor industri tertentu. Berbagai jenis mesin dari sejumlah sektor akan ditinjau untuk melihat kebutuhan dan prioritas pengembangannya.

Ia menjelaskan, pertemuan dengan Menteri Perindustrian juga menjadi kesempatan bagi Direktorat Jenderal ILMATE untuk menyampaikan berbagai hal yang tengah dilakukan, termasuk isu aktual dan sejumlah fokus yang menjadi perhatian di sektor industri.

Dalam pertemuan tersebut, penguatan industri permesinan mendapat penekanan agar kemampuan industri nasional dapat dimanfaatkan untuk membangun dan menyediakan mesin dari dalam negeri.

“Supaya kita bisa menggunakan kekuatan kita untuk membangun mesin dari dalam negeri,” kata Setia.

Baca juga: Kemenperin pacu produktivitas agro lewat restrukturisasi mesin

Setia menambahkan, setelah proses audit dan review dilakukan, pihaknya akan menyiapkan daftar prioritas mesin yang dapat menjadi fokus pengembangan industri permesinan domestik.

Kemenperin mencatat kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) menunjukkan perkembangan yang positif. pada triwulan – II 2026, pertumbuhan IPNM tercatat sebesar 5,32 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Pada periode yang sama, IPNM memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar sebesar 0,97 persen.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.