Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Timur Wahidin menyatakan dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk ketahanan pangan Jatim terealisasi Rp904,23 miliar hingga 30 Juni 2026.
"Realisasi APBN ter-tagging untuk ketahanan pangan di Jatim sampai akhir Juni 2026 Rp904,23 miliar," katanya dalam konferensi pers di Surabaya, Jatim, Senin.
Wahidin menuturkan realisasi Rp904,23 miliar ini melonjak sangat tinggi yakni mencapai 199,34 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp302,08 miliar.
Ia menjelaskan akselerasi penyerapan itu didorong oleh meningkatnya pagu anggaran menjadi Rp3,33 triliun yang naik dari 947,76 miliar pada 2025 atau tiga kali lipat.
Menurut dia, naiknya pagu anggaran untuk ketahanan pangan Jatim menunjukkan penguatan komitmen pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional.
Hal itu lantaran, lanjut Wahidin, Jatim sangat berkontribusi pada pemenuhan pangan nasional mulai dari cabai rawit, daging sapi, padi, bawang merah, susu, jagung, pisang, hingga telur ayam
Secara rinci, cabai rawit produksi Jatim menduduki peringkat satu yakni memenuhi 37,01 persen kebutuhan nasional, daging sapi Jatim memenuhi 20,2 persen nasional, padi memenuhi 17,34 persen nasional, bawang merah memenuhi 22,91 persen nasional.
Kemudian, produksi susu Jatim memenuhi 57,91 persen kebutuhan nasional, jagung memenuhi 28,39 persen nasional, pisang memenuhi 28,63 persen nasional, dan telur ayam memenuhi kebutuhan nasional mencapai 32,13 persen.
Urgensi menjaga ketahanan pangan pun turut dilakukan oleh beberapa kementerian/lembaga (K/L) dengan mengalokasikan anggaran seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terealisasi Rp135,11 miliar atau 50,02 persen dari pagu Rp270,11 miliar.
Kemudian juga Kementerian Pekerjaan Umum Rp533,36 miliar atau 33,02 persen dari pagu Rp1,62 triliun serta Kementerian Pertanian Rp194,79 miliar atau 14,3 persen dari 1,36 triliun.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.