Kemenhut siapkan generasi muda pelestari hutan Sulsel.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan generasi muda penyelamat hutan di Sulawesi Selatan melalui pembinaan Saka Wanabakti. Langkah ini dituangkan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional (Pinsakanas) dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Daerah (Pinsakada) Sulsel Tahun 2026 yang digelar di Makassar, Sabtu.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat SMK Kehutanan Negeri Makassar ini menjadi forum strategis untuk memetakan kondisi kelembagaan dan mengevaluasi perkembangan pembinaan yang telah berjalan. Selain itu, forum ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan serta menyusun langkah konkret dalam meningkatkan peran generasi muda di bidang kehutanan.
Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Mustari Tepu, menyatakan bahwa penunjukan Sulsel sebagai salah satu lokasi rakor merupakan momentum penting. Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja antara pemerintah pusat dan daerah.
"Pertemuan ini adalah momentum penting bagi kita untuk menyelaraskan program kerja pusat dan daerah, mengevaluasi capaian organisasi, serta merumuskan strategi penguatan kelembagaan Saka Wanabakti di seluruh Kwartir Cabang se-Sulawesi Selatan," ujar Mustari.
Ia berharap sinergi antara berbagai pihak dapat melahirkan kader-kader pelestari hutan yang berkarakter, tangguh, dan siap mengabdi untuk menjaga keberlanjutan alam. Pembinaan ini dianggap krusial untuk memastikan regenerasi penjaga hutan di masa depan.
Evaluasi dan Pola Pembinaan
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan selaku Sekretaris Umum Pinsakanas, Luckmi Purwandari, menambahkan bahwa rakor ini menjadi ruang untuk melihat kondisi Saka Wanabakti secara lebih utuh. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap pembinaan yang telah berjalan.
"Rakor ini menjadi ruang untuk melihat kondisi Saka Wanabakti secara lebih utuh, mengevaluasi pembinaan yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi kendala yang perlu ditindaklanjuti bersama," kata Luckmi. Hasil identifikasi ini akan digunakan untuk menyusun pola pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara