Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengingatkan pentingnya membangun fondasi pengasuhan tanpa kekerasan yang harus disiapkan sejak masa calon pengantin guna menciptakan keluarga yang harmonis.
Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih di Jakarta, Kamis, mengatakan untuk membentuk keluarga yang harmonis tanpa kekerasan, diawali dari persiapan pernikahan.
"Bicara pengasuhan tanpa kekerasan, kita akan bicara bagaimana rumah tangga yang ideal, karena rumah tangga ideal itu kan rumah tangga yang tanpa kekerasan, sehingga anak yang tumbuh di keluarga yang ideal tadi, yang tanpa kekerasan akan jadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan hebat," katanya.
Ia menegaskan, Kemendukbangga/BKKBN terus berkolaborasi lintas-lembaga, utamanya Kementerian Agama (Kemenag) untuk peningkatan pembinaan calon pengantin.
"Karena menikah itu sebenarnya bukan hanya persiapan emosional saja untuk menikah, tetapi harus diperhitungkan bahwa saat menikah nanti itu pasti punya anak, pasti ada kebutuhan yang bertambah, suami seperti apa, peran istri apa, pembagiannya seperti apa," ujar dia.
Selain itu, untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga di ranah domestik, Kemendukbangga/BKKBN terus menyosialisasikan kepada tim pendamping keluarga (TPK) untuk mengedukasi tentang pentingnya persiapan pernikahan pada calon pengantin, bahkan, sejak mereka memasuki usia remaja melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R).
Dia mengatakan, remaja harus tahu saat nanti menikah, apa peran sebagai ibu, sebagai ayah, apa yang harus dilakukan saat punya anak.
"Atau bahkan kalau sekarang ini karena minimnya literasi, masyarakat belum paham, mereka kalau anak dimarahi, dipukul misalnya, atau ibunya yang dipukul, maka besok kalau bapaknya pergi bisa jadi ibunya juga bisa melakukan kekerasan pada anaknya," tuturnya.
Yuni menegaskan, kekerasan merupakan energi yang tidak musnah, tetapi berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain.
"Biasanya kalau ibu yang mengalami kekerasan, maka jangan heran jika anaknya ikut mendapat perlakuan kasar, oleh karena itu perlu ditanya dulu bagaimana sikap bapak kepada ibunya karena keluarga yang lembut, harmonis, yang akan menjadikan anak-anak hebat, itu biasanya tangki kasih sayangnya itu penuh," ucap Yuni.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.