Nah, yang terbaik kita minta lima diusulkan dari setiap SMP yang ada di dalam satu kabupaten itu, maupun SMA yang ada di kabupaten itu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan dua skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) guna menjaring 80 calon murid baru berprestasi pada jenjang pendidikan SMP dan SMA untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta, Senin, mengatakan calon murid baru SNT adalah mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kabupaten/kota penyelenggara SNT, sehingga tahapan SPMB dibuat oleh tim khusus di tingkat nasional dan bukan pemerintah daerah (pemda).

Untuk tahun pertama, lanjutnya, Kemendikdasmen hanya akan menerima 40 calon murid baru SNT jenjang pendidikan SMP dan 40 calon murid baru SNT jenjang pendidikan SMA, dengan masing-masing jenjang hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dasmen PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi terkait mekanisme skema SPMB untuk SNT.

Baca juga: Kemendikdasmen buka SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi pada 21-24 Juli

Salah satu skema tersebut, kata dia, ialah Dinas Pendidikan dapat berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengusulkan murid yang telah lolos dari jalur prestasi masing-masing sekolah ke dalam database SPMB SNT.

“Jadi teman-teman kabupaten/kota itu memiliki database SPMB ya, yang melalui jalur prestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Di ranking yang teratas nanti kita minta jika bersedia mereka bisa diusulkan. Jadi setiap sekolah nanti akan disebar database-nya,” kata Gogot.

Pihaknya akan meminta lima murid terbaik di setiap jenjang pendidikan SMP maupun SMA untuk jadi calon murid baru SNT. Lima murid terbaik ini, lanjutnya, akan kembali diseleksi melalui seleksi administrasi dan Tes Skolastik.

“Nah, yang terbaik kita minta lima diusulkan dari setiap SMP yang ada di dalam satu kabupaten itu, maupun SMA yang ada di kabupaten itu,” ujar Gogot.

Baca juga: Kemendikdasmen siap hadirkan SNT atasi ketimpangan mutu pendidikan

Adapun skema SPMB kedua ialah calon murid baru masuk SNT melalui undangan yang ditujukan kepada anak-anak dengan prestasi berdasarkan data dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di tiap kabupaten/kota penyelenggara SNT.

Murid yang diterima pada jenjang pendidikan SMP SNT akan otomatis dilanjutkan ke jenjang SMA, mengingat SNT memiliki desain kurikulum yang berkelanjutan.

“Anak yang masuk SMP nanti otomatis akan dilanjutkan ke SMA, karena kurikulumnya didesain berkelanjutan dan harapannya bisa kita pantau perkembangannya utuh. Kecuali pada saatnya ada yang kosong pada saat masuk SMA, kita akan buka kekurangan yang harus diisi di setiap tingkatan yang kosong,” katanya.

Baca juga: Kemendikdasmen siap operasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.