Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap menggelar rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah secara daring bagi para murid layanan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan SMA sederajat mulai 3 Agustus.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan rangkaian kegiatan tersebut akan menjadi yang pertama sebagai bentuk komitmen Pemerintah dalam menjangkau dan memberikan layanan pendidikan formal alternatif yang setara bagi para murid yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan formal reguler.

“Mulai minggu depan tanggal 3 Agustus kita akan memulai MPLS untuk PPJ ini dan ini mungkin MPLS serentak pertama yang kita lakukan sejak kita mengenal sistem PJJ,” kata Fajar di Jakarta pada Jumat.

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menambahkan pelaksanaan MPLS Ramah PJJ nantinya mengacu pada panduan yang dikeluarkan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen.

Dengan kata lain, lanjutnya, materi dan waktu pelaksanaan yang disampaikan tidak jauh berbeda.

Para murid PJJ akan menjalani rangkaian kegiatan MPLS Ramah selama lima hari dengan pelaksanaan online secara penuh.

“Panduan MPLS mengacu pada MPLS yang sama, cuman bagaimana strategi dari guru untuk mempraktekkan ini dalam konteks yang PJJ. Waktunya juga sama dan mudah-mudahan karena ini pengalamannya pertama, nanti ya cukup membuat murid lebih termotivasi,” kata Tatang.

Tatang juga mengatakan tidak menutup kemungkinan nantinya ada sekolah induk yang menggelar rangkaian MPLS Ramah secara luring, dengan menyesuaikan pada kondisi murid dan sekolah masing-masing.

“Karena kan sekolah-sekolah induk itu ada yang jangkauannya juga jauh tapi ada juga yang tidak terlalu jauh, daerah-daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur,” imbuhnya.

Selain murid, pihaknya juga melibatkan orang tua murid baru PJJ dalam pelaksanaan MPLS Ramah

Ia menilai orang tua berperan penting dalam memberikan motivasi pada murid baru PJJ untuk kembali melanjutkan sekolah.

“Ini bagian dari ekosistem, karena tadi kata kuncinya di motivasi intensif dan tentu akan disupport oleh motivasi intensif dari orang tua, dari teman, mungkin bisa saling mengingatkan,” kata Tatang.

Baca juga: Kemendikdasmen: Gelar karya guru vokasi seni budaya jadi ruang belajar

Baca juga: Kemendikdasmen minta orang tua terapkan prinsip 3S batasi gawai murid

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.