Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan menyatakan sedang mengkaji kebutuhan rekonstruksi Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat, termasuk desain pembangunan kembali dan aspek mitigasi bencana untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur, saya juga sudah bicara dengan Mensesneg. Tinggal bagaimana, karena ada beberapa kementerian lembaga juga yang terlibat,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu.
Fadli mengatakan koordinasi tersebut kemungkinan akan dilakukan di bawah Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi untuk memastikan penanganan antarlembaga dapat terkoordinasi dan tidak terjadi tumpang tindih.
Ia menyebut kebutuhan pembiayaan untuk rekonstruksi masih dalam kajian. Berdasarkan perkiraan sementara, anggaran yang dibutuhkan berada di kisaran Rp25 miliar hingga Rp30 miliar untuk pembangunan kembali 75 rumah adat, 65 kios, satu masjid, serta kawasan area.
Baca juga: Kemenbud sebut Situs Balong Tuk Cirebon layak jadi cagar budaya
“Ini yang sedang kita kaji. Termasuk juga bagaimana desain rekonstruksinya,” katanya.
Menurut Fadli, kajian desain rekonstruksi juga perlu memperhatikan kondisi rumah adat yang berada dalam jarak berdekatan. Selain itu, instalasi listrik di kawasan tersebut perlu diperiksa sebagai bagian dari upaya mitigasi.
“Aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi bencana. Terutama tidak atau adanya untuk pemadam kebakaran dan sebagainya,” ujarnya.
Fadli mengatakan kondisi rumah adat yang sebagian berbahan kayu membuat aspek pencegahan kebakaran perlu diperhatikan dalam proses rekonstruksi. Menurutnya, kebakaran pada rumah yang berdekatan dapat sulit dikendalikan ketika api telah menyebar.
Maka dari itu, sebelum rekonstruksi dilakukan, pemerintah akan melakukan penelaahan agar pembangunan kembali dapat memperhatikan faktor keselamatan dan mencegah kejadian serupa.
“Jadi saya kira ini juga sebelum direkonstruksi perlu ada satu penelaahan supaya ini tidak terulang kembali,” kata Fadli.
Ia juga menyebut penataan rumah adat yang saat ini berdekatan dan berukuran kecil perlu menjadi bagian yang dikaji dalam rekonstruksi.
Baca juga: Kemenbud dukung pengembangan Museum Perjalanan Pemilu
Fadli menambahkan koordinasi dengan sejumlah lembaga terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan intervensi terhadap desa tersebut.
Sebelumnya, musibah kebakaran melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (22/8) malam.
Kebakaran itu menyebabkan kerusakan 75 bangunan rumah adat, 69 toko seni, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, satu Bale Beleq, dan beberapa fasilitas umum.
Sejumlah saksi menyampaikan api pertama kali muncul dari salah satu rumah sebelum kemudian menjalar ke bangunan lain yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.
Desa Adat Sade merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok. Kampung tersebut telah berdiri sejak abad ke-16 dan diwariskan selama 15 generasi.
Baca juga: Kemenbud akan angkat wastra Indonesia dalam misi kebudayaan di AS
Baca juga: Kemenbud mulai revitalisasi Galeri Nasional tahap awal
Baca juga: Buku sejarah tema kepahlawanan dihadirkan untuk lengkapi cerita
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.