Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengadakan lomba menulis dongeng anak menggunakan aksara Nusantara dalam upaya untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat.
Ketua PANDI Isnawan Aslam menyampaikan bahwa lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara merupakan bagian dari wujud komitmen PANDI untuk mendukung pemanfaatan aksara lokal di ruang digital.
"PANDI melihat aksara Nusantara sebagai bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dirawat dan dihidupkan, termasuk di ruang digital," katanya dalam siaran pers PANDI yang dikutip pada Senin.
Dia menyampaikan bahwa aksara Nusantara perlu diperkenalkan kembali melalui medium yang relevan dengan generasi masa kini.
"Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal kembali aksara daerah," katanya.
Baca juga: PANDI bermitra dengan Kemenko PMK lestarikan aksara nusantara
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi inisiatif yang ditujukan untuk melestarikan kebudayaan, termasuk inisiatif untuk menjadikan aksara Nusantara sebagai warisan budaya yang hidup.
"Kami juga berharap inisiatif ini dapat mendorong Aksara Nusantara sebagai living heritage untuk semakin hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman," katanya.
Lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara selanjutnya diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat literasi budaya serta menjadikan aksara Nusantara sebagai warisan yang tetap digunakan dan berkembang.
Acara peluncuran lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara akan dilakukan pada 8 September 2026, bertepatan dengan Hari Aksara Internasional, tetapi pendaftaran pesertanya akan dimulai pada 8 Agustus 2026.
Lomba tersebut terbuka untuk umum. Para peserta bisa memilih enam kategori aksara daerah yang paling dekat dengan cerita, bahasa, dan budaya yang ingin dihidupkan.
Pilihan bahasanya meliputi bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak, Bugis, dan Rejang.
Masa penulisan dan pengumpulan karya dijadwalkan dari 8 September 2026 sampai 31 Januari 2027.
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah rencananya dilaksanakan pada Februari dan Maret 2027.
Informasi mengenai ketentuan dan jadwal pelaksanaan lomba dapat diakses di situs resmi lomba menulis dongeng menggunakan aksara Nusantara.
Baca juga: Digitalisasi aksara Nusantara dukung pelestarian budaya lokal
Baca juga: Aksara Nusantara bisa jadi alternatif pemrograman komputer
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.