Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menyalurkan bantuan tahap II senilai Rp25,4 miliar untuk pemulihan Kantor Urusan Agama (KUA), masjid dan mushalla, serta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang sebelumnya terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan bantuan senilai Rp25,4 miliar tersebut terdiri atas Rp6.513.810.000 untuk KUA, Rp16.492.000.000 untuk masjid dan mushalla, serta Rp2.492.000.000 untuk ormas Islam.

"Ini merupakan anggaran biaya tambahan yang dikeluarkan pemerintah, dan tidak bisa tidak, harus disampaikan kepada yang berhak," ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, penerima bantuan masih perlu menyelesaikan sejumlah proses administrasi. Namun, proses tersebut diharapkan segera tuntas sehingga bantuan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Baca juga: Kemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di Aceh

"Bantuan ini merupakan amanah dari pemerintah. Semoga dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya, sehingga Kementerian Agama dapat memberikan dampak kepada masyarakat," katanya.

Abu Rokhmad mengatakan KUA memiliki posisi strategis dalam pelayanan keagamaan. Selain melayani pencatatan pernikahan, KUA menjadi salah satu garda terdepan pelayanan agama kepada masyarakat di tingkat kecamatan.

"KUA merupakan kantor yang tidak bisa digantikan, ibarat fardhu ain karena melaksanakan fungsi yang krusial sebagai garda terdepan pelayanan agama kepada masyarakat," katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memperkuat sarana dan layanan keagamaan serta mendukung KUA, masjid, mushala, dan ormas Islam dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Baca juga: Kemenag salurkan bantuan Rp6,6 miliar pulihkan 9 PTKIS di Aceh

"Harapannya, bantuan ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.