Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama bakal melibatkan sejumlah tokoh, pakar, aparat penegak hukum, hingga influencer (pemengaruh) dalam Satuan Tugas (Satgas) Safe Santri untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pesantren.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said mengatakan pelibatan berbagai pihak tersebut bertujuan membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan pesantren menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi para santri.
Baca juga: Satgas Safe Santri hingga dakwah digital jadi prioritas Kemenag
“Kita akan melibatkan sejumlah tokoh yang kira-kira akan menyampaikan kepada publik bahwa pesantren adalah tempat yang aman dan nyaman untuk menyemaikan akhlak mulia,” kata Basnang di Jakarta, Kamis.
Basnang mengatakan Kemenag tengah menjajaki kesediaan sejumlah tokoh dan figur publik untuk terlibat dalam program tersebut. Beberapa nama yang dipertimbangkan antara lain, Habib Jafar, Willy Salim, serta sejumlah influencer dari kalangan ning dan gus atau putra-putri pengasuh pesantren.
Menurut dia, Satgas Safe Santri nantinya memiliki kelompok kerja (pokja) yang melibatkan tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga negara, termasuk kepolisian serta kejaksaan.
Keterlibatan aparat penegak hukum dinilai penting agar penanganan kasus kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan pesantren dapat dilakukan secara tepat dan diteruskan ke ranah hukum apabila diperlukan.
“Kalau ada kasus-kasus, tentu nanti lebih mudah, kemudian kita bawa ke ranah hukum,” ujarnya.
Selain memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, Kemenag juga merencanakan penguatan layanan bimbingan dan konseling di pondok pesantren sebagai bagian dari upaya perlindungan santri.
Baca juga: Menag: Santri tidak boleh batasi diri dan harus miliki semangat juang
Baca juga: Resolusi digital pada Hari Santri di era digital
Basnang mengatakan pihaknya turut menjajaki skema registrasi atau sertifikasi bagi pengasuh pesantren melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Langkah tersebut masih dalam tahap komunikasi dan perencanaan.
Melalui program tersebut, Kemenag berharap dengan pelibatan dan kolaborasi lintas sektor dapat mengantisipasi kekerasan di lingkungan pesantren.
“Kita akan bersama-sama melaksanakan, menjamin bahwa pesantren adalah tempat yang aman, nyaman, ruang untuk menyemaikan akhlak mulia dan tempat untuk melindungi anak-anak Indonesia,” katanya.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.