Anak-anak madrasah harus menjadi generasi yang kuat dalam nilai keagamaannya, sekaligus memiliki rasa kebangsaan yang kuat

Gowa (ANTARA) - Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama Farid F. Saenong di hadapan ribuan penggerak Pramuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) menyampaikan bahwa nilai keagamaan dan kebangsaan harus beriringan.

"Pentingnya membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan," ujarnya di Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu.

Menurut Farid F Saenong, pendidikan di madrasah tidak cukup hanya melahirkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang memiliki karakter, akhlak, kecintaan kepada bangsa, serta kepedulian terhadap lingkungan.

"Nilai-nilai yang terkait dengan kebangsaan harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan. Keduanya harus menjadi satu kesatuan dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat," katanya.

Baca juga: Kemenag: Ekstrakurikuler Pramuka wahana bentuk karakter siswa

Ia menegaskan nilai agama dan kebangsaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, keduanya dapat menjadi kekuatan dalam membangun generasi yang memiliki keimanan, integritas, rasa tanggung jawab, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Anak-anak madrasah harus menjadi generasi yang kuat dalam nilai keagamaannya, sekaligus memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Karena menjadi generasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana kita beragama, tetapi juga bagaimana kita hidup bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia," ucapnya.

Farid juga mengapresiasi pelaksanaan Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cadika Limbung, Kabupaten Gowa, yang menjadikan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sebagai bagian penting dalam kegiatan.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik karena nilai-nilai kepramukaan secara langsung mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Kemenag perkuat transformasi madrasah lewat revitalisasi-digitalisasi

Ia berharap seluruh peserta tidak sekadar mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi mampu mengambil nilai dan pengalaman yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadikan kemah ini sebagai ruang belajar, ruang membangun persahabatan, ruang mengembangkan karakter, dan ruang untuk belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab," ucapya.

Farid juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, penguatan ekoteologi merupakan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.

Baca juga: Menag: Perkemahan wirakarya tolak ukur revitalisasi gerakan pramuka

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.