Pemerintah Kota Semarang mendorong pengembangan potensi wisata dan budaya berbasis kampung dengan melibatkan generasi muda. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat daya tarik destinasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, potensi wisata di Kota Semarang tersebar di 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Potensi tersebut mencakup wisata sejarah, kuliner, hingga wisata alam berbasis masyarakat.

Hal itu disampaikan Agustina saat membuka Forum Diskusi Pemuda bertajuk “Semarang Waras Pemudane: Kupas Potensi Wisata Lokal Kota Semarang” di Hotel Pandanaran, Semarang, Sabtu (19/9/2026).

Forum tersebut digelar DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

"Kota Semarang kaya akan potensi dan hidden gem, mulai dari wisata sejarah, kuliner, hingga wisata alam berbasis masyarakat seperti kawasan Goa Kreo, Waduk Jatibarang, hingga pesisir," ujar Agustina.

Menurut Agustina, potensi wisata di tingkat kampung perlu dikemas dengan ide kreatif, penguatan narasi, serta inovasi digital agar semakin menarik bagi wisatawan dan mampu menggerakkan perekonomian warga.

Ia juga menilai keterlibatan pemuda dan organisasi kepemudaan penting dalam penyusunan gagasan pembangunan kota. Menurutnya, sinergi antara sumber daya pemerintah dan kreativitas anak muda dapat memperkuat pengembangan destinasi lokal.

"Kota Semarang memiliki sumber daya dan fasilitas, sementara pemuda memiliki energi, kreativitas, dan jejaring. Ketika ini dikolaborasikan, destinasi lokal bisa menjadi ruang tumbuh UMKM dan pemberdayaan masyarakat," kata dia.

KNPI Dorong Pemuda Jadi Penggerak Wisata Kampung

Ketua DPD KNPI Kota Semarang Yohana Citra Mahardhika mengatakan, gerakan “Semarang Waras Pemudane” mendorong pemuda untuk berpikir kritis dan solutif dalam melihat peluang di wilayah masing-masing.

Menurut dia, setiap wilayah di Kota Semarang memiliki karakter dan potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, mulai dari cerita lokal hingga tradisi dan kuliner.

"Setiap wilayah di Semarang memiliki cerita, tradisi, dan keunikan kuliner tersendiri. Melalui forum ini, KNPI mengajak pemuda untuk hadir sebagai pencerita, pencipta konten, dan penggerak ekonomi kampung," kata Citra.

Forum tersebut dihadiri 40 perwakilan organisasi kepemudaan dan komunitas pariwisata. Kegiatan menghasilkan peta potensi wisata wilayah serta rekomendasi strategi branding kawasan.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari menyebut masukan dari pemuda akan menjadi bahan pertimbangan strategis dalam penyusunan prioritas pengembangan destinasi pariwisata berbasis wilayah di Kota Semarang.