Mataram (ANTARA) - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan dampak kemarau panjang terhadap sektor pertanian di daerah itu relatif kecil sehingga tidak terlalu mengganggu produksi pertanian setempat,  karena petani melakukan penyesuaian komoditas berdasarkan ketersediaan air.

"Iya, ada pengaruh tapi sedikit. Karena sudah ada substitusi adaptasi komoditi," kata Mirza di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan penyesuaian jenis tanaman menjadi salah satu upaya mengatasi keterbatasan air selama musim kemarau. Petani dapat menanam padi ketika ketersediaan air mencukupi, sedangkan komoditas lain seperti jagung, tembakau, dan kedelai disesuaikan dengan kondisi lahan.

"Jadi, disesuaikan dengan kebutuhan air. Kalau padi ya, kalau ada air baru. Kalau yang lain disesuaikan dengan jagung, tembakau, kedelai, segala macam," ujarnya.

Selain penyesuaian komoditas, DPKP NTB berkoordinasi setiap hari dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memantau lahan pertanian yang terdampak kekeringan dan mengantisipasi risiko gagal panen.

Baca juga: Pemkot Bima serahkan bantuan sarana produksi pertanian ke kelompok tani

Mirza menjelaskan lahan terdampak dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. BWS memberikan dukungan pasokan air ketika dampak kekeringan mencapai kategori sedang untuk mengantisipasi terjadinya puso atau gagal panen.

Ia mencontohkan lahan jagung seluas 170 hektare di Tempos, Kabupaten Lombok Barat, yang sebelumnya mengalami kekurangan air. Setelah berkoordinasi dengan kepala BWS, pasokan air ke lahan tersebut mulai kembali tersedia.

Baca juga: Pemkot Bima memperkuat sektor pertanian melalui bantuan sarana produksi

Di sisi lain, Mirza mengatakan produksi beras NTB pada 2026 hampir menyamai capaian 2025 sebesar 1,7 juta ton. Oleh karena itu, ia optimistis produksi tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya dalam satu bulan ke depan.

"Sementara itu, stok beras di gudang Bulog telah mencapai sekitar 200 ribu ton," katanya.

Pewarta : Nur Imansyah, Septi Mahasiswa PKL Unram
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026