Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan Elon Musk  kembali menyusut lebih dari US$ 18 miliar, atau Rp 323,4 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.969), pada Kamis, 23 Juli 2026. Kekayaan Elon Musk turun seiring secara intraday, saham Tesla alami kinerja terburuk setelah lebih dari satu tahun. Seiring hal iitu, Analis desak Elon Musk untuk paparkan hasil nyata bisnis robotika dan robotaxi-nya 

Melansir Yahoo! Finance, Jumat (24/7/2026), saham Tesla merosot sebanyak 14,1% pada Kamis siang, mencetak rekor penurunan dalam satu hari bagi Tesla sejak 5 Juni 2025 sebesar 14,2%. Harga saham yang anjlok memangkas kekayaan bersih Elon Musk sebanyak US$ 18,6 miliar, atau Rp 334,2 triliun menjadi US$ 731,7 miliar, atau Rp 13,1 kuadriliun.

Meski demikian, dia tetap menduduki posisi teratas orang terkaya sedunia, menyalip co-founder Google, Larry Page, dengan kekayaan US$ 263,8 miliar, atau Rp 4,7 kuadriliun, dan pendiri Amazon, Jeff Bezos, dengan kekayaan US$ 245,4 miliar, atau Rp 4,4 kuadriliun.

Kekayaan Musk telah terkikis lebih dari US$ 700 miliar, atau Rp 12.594  triliun sejak perilisan Initial Public Offering (IPO) SpaceX yang sempat menjadikannya triliuner, dengan kekayaan US$ 1,4 triliun, atau Rp 25,1 kuadriliun. Ini hanya bertahan hingga gelombang penjualan besar-besaran selama beberapa minggu, yang sejak itu telah membuat kekayaan bersihnya turun di bawah level sebelum IPO.

Kemerosotan terbaru ini terjadi saat laporan keuangan kuartalannya dirilis pada Rabu, 22 Juli 2026, di mana produsen mobil tersebut melaporkan penghasilan sebesar US$ 28,2 miliar, atau Rp 506,7 triliun, yang lebih tinggi dari estimasi analis sebesar US$ 27,2 miliar atau Rp 488,8 triliun. Sementara, laba yang dicatat jauh di bawah proyeksi sebesar 55 sen, yakni hanya 33 sen.

Direktur Keuangan Vaibhav Taneja, dalam konferensi laporan keuangan tersebut menegaskan rencana Tesla untuk menghabiskan sebanyak US$ 25 miliar, atau Rp 449,2 triliun tahun ini, dan akan bertambah pada tahun berikutnya.