Hal tersebut diperhitungkan agar pemain mendapat kesempatan bertanding lebih banyak

Surabaya (ANTARA) - Kejuaraan tenis Widjojo Soedjono International Junior Championship (IJC) ke-43 2026 menerapkan sistem round robin untuk memberikan kesempatan bertanding lebih banyak kepada petenis junior sebelum memasuki babak gugur.

Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Jawa Timur yang juga sebagai Direktur Turnamen Didik Utomo Pribadi mengatakan perubahan sistem tersebut merupakan ketentuan International Tennis Federation (ITF) yang mulai diterapkan pada kejuaraan tahun ini.

“Ini dari ITF, bukan kami yang menentukan. Hal tersebut diperhitungkan agar pemain mendapat kesempatan bertanding lebih banyak,” kata Didik saat konferensi pers di Surabaya, Senin.

Ia menjelaskan peserta akan saling bertemu dalam satu pool sebelum melanjutkan pertandingan ke fase gugur sehingga setiap pemain minimal menjalani dua pertandingan dengan lawan berbeda.

“Kalau dari Korea, China, atau Jepang ikut ke sini, lalu sekali main kalah langsung selesai, itu memberatkan,” ucapnya.

Seiring penerapan sistem tersebut, kata dia, diperkirakan menambah durasi penyelenggaraan satu hingga dua hari sekaligus meningkatkan kebutuhan biaya, terutama untuk wasit dan bola.

Saat ini, lanjutnya, 20 negara telah terkonfirmasi mengikuti nomor ITF dengan sekitar 150 petenis asing, di antaranya Jepang, Korea Selatan, China, Singapura, dan Filipina.

Selain nomor internasional, kejuaraan mempertandingkan TDP kelompok usia 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun. Saat ini sekitar 200 peserta telah terkonfirmasi dari target sekitar 550 peserta.

Kejuaraan Widjojo Soedjono IJC ke-43 akan berlangsung pada 27 September hingga 4 Oktober 2026 di lima lokasi, yakni Unesa Lidah Wetan, Kodam V/Brawijaya, Marinir Gunung Sari, PDAM, dan Pratama.

Khusus untuk nomor ITF, kata didik, dipusatkan di Unesa yang memiliki empat lapangan outdoor dan dua lapangan indoor.

Sesuai jadwal, pembukaan dijadwalkan 28 September pukul 09.00 WIB di Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya dan rencananya dibuka Ketua Umum PP Pelti Prof. Nurdin Halid.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum Pelti Jatim I Dewa Putu Tirta Yasa mengatakan koordinasi keamanan telah dilakukan dengan Polda Jatim, Gubernur Jatim, Polrestabes Surabaya, dan wali kota.

“Kegiatan ITF ini juga sudah kita beritahukan kepada pihak terkait karena ada peserta dari luar negeri. Kami ingin memastikan pelaksanaannya berjalan lancar, aman, tertib, dan sukses,” katanya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.