Sementara langkah tunggal putri muda, Thalita Ramadhani Wiryawan harus terhenti usai dijegal oleh ratu bulutangkis dunia asal Korea Selatan, An Se Young.

Datang sebagai unggulan ketiga, Jonatan Christie harus melewati laga ketat saat bersua wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh. Sempat tertinggal di gim pertama, pemain yang akrab disapa Jojo ini akhirnya membungkus kemenangan skor rubber game 19-21, 21-19, dan 21-11.

Kehilangan set pembuka, Jonatan mengakui bahwa dirinya sempat bermain dalam tekanan dan diselimuti keraguan pada awal babak pertama.

"Tadi mainnya masih terlalu tegang, agak panik dan tidak percaya buat penggunaan strategi, pola yang sudah disiapkan jadi serba ragu sampai pertengahan gim pertama. Setelah itu coba keluar dari tekanan, lebih berani lagi dan lebih tidak terlalu banyak pertimbangan mainnya," ungkap Jonatan.

Di gim kedua, laga berjalan kian menegangkan ketika Jojo yang sudah unggul jauh 20-14 justru sempat terkejar akibat perubahan pola permainan lawan, sebelum akhirnya menyegel gim penentuan dengan dominasi penuh.

"Di gim kedua sudah unggul 20-14 dan saya merasa lawan akan melepas (gim kedua), tapi ternyata dia masih berusaha dengan mengganti pola permainan. Itu membuat dia dapat banyak poin dan saya lumayan panik, beruntung bisa menyelesaikan. Di gim ketiga sudah lebih terbaca permainannya," jelas Jojo.

https://akurat.co/badminton/883418/kejuaraan-dunia-fajar-fikri-mulus-ke-16-besar-rachel-febi-menangi-perang-saudara

Mengenai proses adaptasi dan dinamika persaingan di level atas, peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut menegaskan pentingnya menikmati setiap proses evaluasi di atas arena.

"Agak susahnya hal ini bukan mutlak matematika, jadi ketika yang dipelajari kemarin, bisa berbeda di hari ini atau next pertandingannya. Banyak situasi yang membuat beda, mungkin dari kondisinya, mood feel-nya atau segala macam. Ini yang masih saya nikmati prosesnya setiap hari," tambahnya.

Berbeda dengan Jojo, tunggal putra muda Merah Putih, Alwi Farhan, tampil sangat dominan saat mengandaskan wakil Finlandia, Joakim Oldroff. Menempati unggulan kesebelas, Alwi membungkus kemenangan telak dua gim langsung dengan skor 21-12 dan 21-9.

Alwi mengungkapkan bahwa kedisiplinan dan memanfaatkan waktu istirahat secara optimal menjadi kunci utama performa impresifnya di lapangan.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, saat beraksi di babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India, Rabu (19/8/2026). PBSI.

"Tadi memang melawan pemain dari Eropa, polanya sedikit berbeda daripada pemain Asia. Cukup tricky tapi saya sudah mempersiapkan karena kemarin ada waktu istirahat sehari juga jadi badannya bisa recovery dengan baik. Alhamdulillah bisa mengatasi semuanya," kata Alwi.

Menghadapi persaingan yang kian sengit di babak selanjutnya, Alwi menegaskan komitmennya untuk selalu memberikan respons terbaik di tiap laga.

"Saya tidak menganggap dua pertandingan ini sebagai pemanasan, bagi saya setiap pertandingan adalah ujian dan bagaimana saya meresponsnya. Tidak ada yang gampang main di Kejuaraan Dunia apalagi semua orang ingin mencapai hasil yang terbaik," tutur Alwi.

Sementara itu dari sektor tunggal putri, perjalanan impresif Thalita Ramadhani Wiryawan terhenti usai mengakui keunggulan tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 11-21.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, saat beraksi di babak 32 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India, Rabu (19/8/2026). PBSI.

Kendati harus angkat koper, Thalita memetik banyak pelajaran berharga usai mencicipi pengalaman berharga berbagi lapangan dengan sang ratu bulutangkis dunia.

"Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan hari ini tanpa cedera. Saya dapat pelajaran berharga setelah melawan An Se-young. Ke depannya saya harus belajar lebih save lagi dan lebih ulet lagi," ujar Thalita.

Menutup perjalanannya di New Delhi, Thalita menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas lompatan karier yang diraihnya sepanjang tahun ini.

"Saya tidak menyangka tahun ini bisa ikut Uber Cup, BATC, BAC dan sekarang Kejuaraan Dunia. Pastinya saya bangga dengan diri saya, terima kasih untuk diri saya sendiri sudah berjuang sampai titik ini," kata Thalita.