Beijing (ANTARA) - Kebun Binatang Beijing di Beijing, China, memberikan rumah baru untuk panda raksasa berupa habitat yang lebih pintar, lebih luas, dan lebih menyerupai alam bebas bagi satwa berbulu yang menjadi harta nasional negara itu.

Proyek bersejarah ini merupakan bagian dari perayaan 120 tahun berdirinya kebun binatang tersebut. Memperkenalkan fasilitas mutakhir seluas 13.000 meter persegi, Kebun Binatang Beijing memadukan desain yang terinspirasi alam liar dengan teknologi terdepan untuk menciptakan paviliun luas yang dilengkapi empat ruang peraga indoor, lima kandang satwa, serta lima area aktivitas di luar ruangan.

Paviliun itu menghadirkan kembali unsur-unsur habitat alami melalui kontur tanah yang bergelombang dan sistem aliran sungai buatan sehingga memungkinkan panda untuk bergerak leluasa di antara area dalam dan luar ruangan, ungkap wakil kepala kebun binatang Lu Yanping.

Platform istirahat permanen (fixed perch), beserta sarana pengayaan satwa yang dapat dipindahkan seperti ban dan bola, juga telah dipasang, kata Lu.

Sebagai lokasi panda raksasa pertama di China yang mengantongi rating bangunan hijau bintang tiga tertinggi, paviliun itu menetapkan tolok ukur baru bagi fasilitas ramah lingkungan sejenis. Dengan menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan pada fasad eksteriornya, tempat itu dilengkapi sistem pengatur suhu cerdas dan ventilasi udara segar.

Sebuah sistem manajemen pintar yang dirancang khusus mengintegrasikan pemantauan keamanan, pelacakan kesehatan, dan pengaturan lingkungan secara otomatis. Sementara itu, sistem pendingin semprot berkala juga telah dipasang untuk membantu panda menghadapi hawa panas di musim panas.

Panda raksasa Bai Tian berada di ruang pamer dalam ruangan di sebuah fasilitas panda baru di Kebun Binatang Beijing, ibu kota China, pada 15 Juli 2026. (ANTARA/Xinhua/Ju Huanzong)

Dirancang memiliki rute pengunjung yang melingkar, paviliun baru tersebut secara efektif dapat mengurai kepadatan arus pengunjung. Kebun Binatang Beijing, yang didirikan pada 1906, merupakan kebun binatang publik pertama di China yang dibuka untuk umum.

Lima penghuni pertama rumah Panda, yaitu Meng Lan, Bai Tian, Ji Nian, Fu Jiang, dan Fu Xing, telah menempati fasilitas tersebut dan beradaptasi dengan baik. Di antara kelima panda tersebut, Meng Lan, selebritas kebun binatang yang dikenal lincah dan jenaka, meraih popularitas global pada Desember 2021, saat satwa tersebut sempat "kabur" sejenak dari kandang lamanya dengan berpijak pada sebuah bola mainan merah dan menjulurkan kepala dari balik tembok untuk menyapa para pengunjung yang terkejut. Para pengunjung merekam insiden tersebut menggunakan ponsel dan momen itu pun viral di berbagai platform media sosial di seluruh dunia.

Untuk kandang baru Meng Lan, pihak kebun binatang telah mengambil langkah antisipasi tambahan.

"Kandangnya dilengkapi area istirahat berbatu-batu tempat dia dapat menghindar dari pandangan pengunjung. Kami juga mendesain dinding luar dan permukaan dalam yang licin agar tidak dapat dipanjat demi menjamin keselamatannya, tutur salah satu wakil kepala kebun binatang itu Mou Ningning.

Panda raksasa Meng Lan berada di ruang pamer dalam ruangan di sebuah fasilitas panda baru di Kebun Binatang Beijing, ibu kota China, pada 15 Juli 2026. (ANTARA/Xinhua/Ju Huanzong)


Kebun Binatang Beijing, yang didirikan pada 1906, merupakan kebun binatang publik pertama di China yang dibuka untuk umum. Fasilitas ini mulai memelihara panda raksasa pada 1955 dan membangun paviliun khusus panda untuk ajang Asian Games 1990 dan Olimpiade Beijing 2008.

Saat ini, kebun binatang tersebut menjadi rumah bagi 10 ekor panda raksasa.

Menyusul pembukaan paviliun baru tersebut, paviliun panda Asian Games yang terletak berdampingan akan turut difungsikan sebagai area peraga publik, sementara paviliun panda Olimpiade untuk sementara waktu beralih fungsi sebagai area istirahat cadangan bagi satwa tersebut.

Sistem peraga bergilir akan diterapkan, yang berarti pengunjung berkesempatan menjumpai deretan bintang panda menggemaskan yang berbeda pada setiap kunjungan, sehingga senantiasa menghadirkan kejutan baru, kata Lu.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.