Asap membubung setelah serangan udara Israel di bagian selatan Kota Gaza, 12 Juli 2026. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 14 warga Palestina terluka dalam serangan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pasukan pendudukan Israel melanjutkan operasi militer di seluruh Jalur Gaza pada Ahad. Militer Zionis melancarkan serangan artileri, operasi penghancuran bangunan, dan tembakan gencar, meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata.
Empat warga Palestina syahid pada Ahad setelah pasukan pendudukan Israel melancarkan serangan udara yang menyasar sebuah bengkel pandai besi di bagian barat daya Kota Gaza.
Menurut koresponden Almayadeen, sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menembakkan tiga rudal ke bengkel yang terletak di dekat Perusahaan Al-Haddad di Jalan Al-Sina’a tersebut, menewaskan empat orang di lokasi kejadian.
Identitas para korban tidak segera diungkapkan. Serangan terbaru ini merupakan bagian dari operasi militer Israel yang terus berlanjut di seluruh Jalur Gaza, meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip keterangan saksi mata yang menyebutkan bahwa pasukan pendudukan Israel menghancurkan bangunan tempat tinggal dan fasilitas sipil di wilayah selatan Khan Yunis, sementara tank, pesawat nirawak (drone), dan kapal angkatan laut secara bersamaan menyerang bagian lain kota tersebut.
Di kawasan Qizan al-Najjar, sebelah selatan Khan Yunis, pasukan pendudukan Israel melakukan dua operasi penghancuran bangunan, sementara serangan lainnya menyasar bagian timur kota itu. Drone Israel juga menjatuhkan bahan peledak di dekat Qizan Rashwan, sementara tank-tank menembaki lingkungan sekitarnya secara intensif.
Kapal-kapal angkatan laut Israel secara bersamaan melepaskan tembakan di lepas pantai Khan Yunis, sementara serangan artileri menghantam wilayah barat Rafah di bagian selatan Jalur Gaza.
Di wilayah tengah Gaza, artileri Israel menembaki kawasan di sebelah timur kamp pengungsi Al-Bureij, melanjutkan serangan yang berulang kali menyasar sisi timur kamp tersebut dalam beberapa pekan terakhir.