CNN Indonesia

Jumat, 31 Jul 2026 17:00 WIB

Boreout sering dianggap sebagai kebalikan dari burnout.
Ilustrasi. Boreout sering dianggap sebagai kebalikan dari burnout. (iStock/pcess609)

Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak semua masalah di tempat kerja disebabkan oleh beban kerja yang terlalu berat. Tanpa disadari, kurangnya tantangan dan rutinitas yang berulang dapat membuat karyawan kehilangan motivasi secara perlahan. Hal inilah yang kemudian dikenal dengan istilah boreout.

Banyak karyawan tetap datang ke kantor dan menyelesaikan tugas, tetapi merasa tidak memiliki semangat maupun tujuan dalam bekerja. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental, produktivitas, hingga perkembangan karier.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi perusahaan, karyawan yang mengalami boreout juga dapat meningkatkan risiko penurunan kinerja dan tingginya angka turnover.

Oleh karena itu, memahami penyebab serta dampaknya menjadi langkah penting agar kondisi ini dapat dicegah sejak dini.

Apa itu boreout?

Melansir dari Mentor Cliq, boreout adalah kondisi ketika seseorang mengalami kebosanan kronis di tempat kerja akibat pekerjaan yang terlalu monoton, minim tantangan, atau tidak memberi kesempatan untuk berkembang.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Peter Werder dan Philippe Rothlin pada tahun 2007 untuk menggambarkan fenomena karyawan yang kehilangan motivasi karena kurangnya stimulasi dalam pekerjaan.

Pilihan Redaksi

  • Tak Cuma Capek, Ini 6 Penyebab Burnout di Kantor yang Jarang Disadari
  • CEO Ini Sebut Work Life Balance Sebagai 'Red Flag', Apa Iya?
  • Bukan Cuma Bos Galak, Ini 7 Tanda Lingkungan Kerja yang Toxic

Berbeda dengan rasa bosan sesaat, boreout berlangsung dalam waktu yang lama sehingga dapat mengikis keterlibatan, kreativitas, dan rasa percaya diri. Seseorang mungkin tetap hadir dan menyelesaikan tugasnya setiap hari, tetapi secara emosional sudah tidak lagi merasa terhubung dengan pekerjaannya.

Kondisi ini juga sering disalahartikan sebagai kemalasan. Padahal, banyak orang yang mengalami boreout sebenarnya memiliki kemampuan lebih besar, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi tersebut.

Boreout sering dianggap sebagai kebalikan dari burnout karena dipicu oleh kurangnya tantangan dan beban kerja, bukan tekanan kerja yang berlebihan. Meski penyebabnya berbeda, keduanya bisa sama-sama memengaruhi kondisi mental karyawan.

Penyebab boreout

Berikut penyebab utama yang dapat memicu boreout, baik yang berasal dari lingkungan kerja maupun diri sendiri.

1. Pekerjaan yang kurang menantang

Karyawan yang terus-menerus mengerjakan tugas sederhana dan berulang cenderung lebih cepat merasa bosan. Kurangnya variasi membuat pekerjaan kehilangan nilai dan tidak lagi memberikan kepuasan.

2. Budaya perusahaan yang minim inovasi

Lingkungan kerja yang tidak mendorong ide baru atau pengembangan diri dapat membuat karyawan merasa stagnan. Akibatnya, mereka sulit menemukan motivasi untuk memberikan kontribusi lebih.

3. Beban kerja terlalu ringan

Tidak semua masalah muncul karena pekerjaan yang terlalu banyak. Beban kerja yang terlalu sedikit juga dapat membuat seseorang merasa tidak memiliki peran penting dalam organisasi sehingga memicu rasa tidak berdaya.

4. Sulit keluar dari zona nyaman

Sebagian orang sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencoba tantangan baru, tetapi memilih tetap berada dalam rutinitas karena takut gagal atau kurang percaya diri. Sikap ini dapat memperpanjang rasa bosan di tempat kerja.

5. Kurangnya kesempatan berkembang

Minimnya pelatihan, promosi, atau rotasi pekerjaan membuat karyawan merasa tidak memiliki arah karier yang jelas. Lambat laun, kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi bekerja.

Simak selengkapnya tentang boreout di halaman berikutnya..


HALAMAN: