Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Jakarta, VIVA – Petugas keamanan atau satpam proyek MRT di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27) menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat (Jabar), terkait dugaan pelanggaran kode etik anggota kepolisian dalam insiden viral di Bundaran HI beberapa waktu lalu. 

Baca Juga

Kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa mengatakan pemeriksaan itu dilakukan di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Senin, atas permintaan kliennya, meski sebelumnya Fiktor dijadwalkan memberikan keterangan di Polda Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Awalnya, dipanggil ke Polda Jawa Barat, tetapi kami meminta diperiksa di sini. Akhirnya, dari Polda Jawa Barat, datang ke sini untuk melakukan pemeriksaan," kata Wiradarma.

Baca Juga

Satpam yang cekcok dengan oknum polisi yang langgar lalin di Bundaran HI

Photo :

  • Tangkapan layar YouTube Dedi Mulyadi

Dia mengungkapkan penyidik Propam mengajukan sekitar 22 pertanyaan yang seluruhnya berkaitan dengan kronologi kejadian dan status perdamaian antara Fiktor dengan anggota kepolisian yang terlibat.

Baca Juga

Dia juga menyebutkan materi pemeriksaan yang diterimanya tidak berbeda dengan keterangan yang telah disampaikan sebelumnya.

"Yang ditanyakan sama, cuma seputar kronologi saja," ujar Wiradarma.

Dia menambahkan berdasarkan informasi dari penyidik, proses penanganan perkara akan dilanjutkan melalui sidang kode etik setelah seluruh keterangan yang diperlukan terkumpul. 

"Informasi dari penyidik, nanti setelah pengumpulan keterangan, akan ada sidang kode etik di internal kepolisian," tutur Wiradarma.

Sementara itu, Fiktor mengakui kondisi psikologisnya mulai membaik meski masih menyisakan trauma akibat peristiwa tersebut.

"Sudah berkurang jauh memang masalah traumanya, tapi memang masih ada," ungkap Fiktor. 

Dia menuturkan trauma tersebut muncul ketika bertemu orang dengan postur tubuh besar atau berpenampilan seperti aparat saat sedang bertugas di lapangan. 

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai sudah jauh lebih baik dibandingkan setelah kejadian.

Fiktor pun berharap peristiwa serupa tidak terulang dan mengajak seluruh pengguna jalan untuk saling menghormati.

"Harapan saya ke depan, masyarakat lebih berhati-hati berkendara. Pejalan kaki maupun pengendara sama-sama saling menghargai di jalan," imbuh Fiktor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, video yang memperlihatkan Fiktor meminta maaf hingga bersujud kepada penumpang mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI viral di media sosial.

Polda Jawa Barat menyatakan anggotanya yang terlibat dalam peristiwa tersebut akan diproses melalui mekanisme kode etik internal. (Ant)

Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Pipit Rismanto

Irjen Pipit Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur

Polda Jawa Barat menurunkan tim gabungan untuk mempercepat pengungkapan kasus tewasnya seorang satpam bernama Sumarna (40) di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

VIVA.co.id

31 Juli 2026