Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap mengancam hidup aneka satwa. Di tengah upaya pemadaman api, tim pemadam menemukan bangkai binatang. Sedangkan petugas dari balai konservasi harus melakukan evakuasi satwa liar yang memasuki perkebunan warga karena habitatnya terbakar.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026 saja, lebih dari 202 hektare hutan dan lahan terbakar. Paling banyak di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu melebihi 38 ribu hektare, Papua Selatan menembus 25 ribu hektare, Nusa Tenggara Timur hampir 20 ribu hektare, Nusa Tenggara Barat lebih dari 17 ribu hektare, Riau dan Maluku masing-masing sekitar 15 ribu hektare, dan Jawa Timur 10 ribu hektare. 

Evakuasi Orangutan di Ketapang

Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), serta masyarakat mengevakuasi satu orangutan betina dan dua anak orangutan dari perkebunan warga di Desa Tanjungpura, Ketapang, pada Jumat (21/8).

Ketiga orangutan lari ke perkebunan warga karena habitatnya kebakaran. Setelah dibius, diamankan, dan dicek kesehatan, ketiga orangutan kemudian dipindahkan tim ke Taman Nasional Gunung Palung.

Evakuasi ini mengulang kejadian pada akhir Juli lalu di Ketapang. Ketika itu, BKSDA Kalimantan Barat mengevakuasi seekor orangutan jantan dari perkebunan warga. 

Ular dan Trenggiling Mati Terpanggang

Kebakaran menghanguskan hutan, lahan, dan penghuninya. Di Kalimantan Barat, Tim Manggala Agni menemukan bangkai ular hingga trenggiling. 

‎"Sejauh ini satwa yang banyak ditemukan dalam kondisi mati akibat kebakaran hutan itu ular," kata Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang Efendi, seperti dikutip Antara, Jumat (21/8).

‎Tim belum menemukan orangutan atau beruang yang menjadi korban tewas akibat karhutla. Menurut ‎Efendi, kedua jenis satwa tersebut memiliki insting yang lebih kuat untuk menghindari kebakaran.

"Kalau untuk orangutan atau beruang sejauh ini kami belum menemukan, karena biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat. Ketika mereka mendengar suara api dari kejauhan, mereka akan cepat menjauh dan pergi," kata dia.