Koba, Babel, (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdampak pada 296,72 hektare lahan sepanjang 1 Januari hingga 5 September 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Tengah Yudhi Sabara di Koba, Senin, mengatakan luas lahan terdampak tersebut berasal dari 166 kejadian karhutla.
"Karhutla menjadi bencana yang paling banyak terjadi selama periode tersebut, terutama karena kondisi cuaca kemarau yang menyebabkan lahan dan vegetasi menjadi kering," katanya.
Ia mengatakan luas lahan yang terbakar tersebar di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian BPBD bersama instansi terkait dalam melakukan upaya penanganan.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bangka Tengah, 166 kejadian karhutla merupakan bagian dari 210 kejadian bencana yang tercatat hingga 5 September 2026.
Dengan jumlah tersebut, karhutla menyumbang sekitar 79 persen dari seluruh kejadian bencana yang terjadi di daerah itu selama delapan bulan terakhir.
Selain karhutla, BPBD mencatat 20 kejadian angin kencang, 11 banjir, tiga kebakaran rumah, tiga kejadian kekeringan, dan dua banjir rob.
Kejadian lainnya terdiri atas dua kecelakaan mobil, dua kecelakaan kapal, satu pohon tumbang dan satu kejadian warga tersambar petir.
Yudhi mengatakan BPBD terus memantau wilayah yang memiliki potensi kebakaran serta melakukan penanganan bersama unsur terkait untuk mencegah api meluas.
Menurut dia, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dengan tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan menggunakan cara pembakaran.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan karena kondisi cuaca dan vegetasi yang kering dapat menyebabkan api cepat meluas," ujarnya.
Secara keseluruhan, 210 kejadian bencana yang tercatat di Bangka Tengah tersebut berdampak terhadap 790 orang dan 255 rumah di enam kecamatan.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.