Kareg SPPG Kepri: 226 dapur telah kantongi sertifikat SLHS
Minggu, 11 Oktober 2026 11:25 WIB
Kader posyandu, PKK dan petugas TPK melakukan pengemasan ulang MBG dari ompreng untuk penerima di Pulau Buluh Batam, Kepri (30/7/2026). ANTARA/Amandine Nadja
Batam (ANTARA) - Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepulauan Riau mencatat sebanyak 226 dari 235 dapur akan Bergizi Gratis (MBG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Untuk SLHS, saat ini sudah 226 dapur yang memiliki sertifikat di seluruh Kepri,” kata Kepala Regional (Kareg) SPPG Kepulauan Riau (Kepri) Anindita Ayu saat dihubungi di Batam, Minggu.
Berdasarkan data Kareg SPPG Kepri, dapur yang telah memiliki SLHS tersebar di Kota Batam sebanyak 133 dapur, Kabupaten Karimun 30 dapur, Kota Tanjungpinang 23 dapur, Kabupaten Bintan 18 dapur, Kabupaten Natuna 12 dapur, Kabupaten Lingga tujuh dapur, dan Kabupaten Kepulauan Anambas tiga dapur.
“Angkanya sudah di 96 persen dari dapur yang operasional yang sudah melengkapi SLHS. Masih terdapat sembilan dapur yang berproses,” katanya.
Selain SLHS, lanjutnya, sejumlah dapur mulai melengkapi sertifikasi pendukung, termasuk sertifikat halal dan sertifikasi juru masak.
Berdasarkan rekapitulasi bulan sebelumnya, kata dia, sebanyak 55 dapur telah melengkapi sertifikat halal, sedangkan 35 dapur telah memiliki sertifikasi juru masak.
“Untuk sertifikat halal dan sertifikasi chef, pengurusannya dilakukan masing-masing yayasan. Sudah ada beberapa yang melengkapi, berdasarkan data bulan lalu,” ujarnya.
Anindita mengatakan rekapitulasi terbaru untuk kedua sertifikasi tersebut belum tersedia, karena pihaknya masih berfokus pada pemenuhan SLHS bagi seluruh dapur operasional.
“Untuk angka rekap terbaru belum diperbarui karena kami memang sedang fokus untuk SLHS. Dapur yang belum punya SLHS akan di-suspend,” katanya.
Sementara itu terkait sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Anindita menyebut pihaknya belum menerima surat edaran yang mengatur penerapannya untuk dapur SPPG.
Sebelumnya, Ketua Satgas MBG Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyebut sebanyak 16 dapur SPPG di daerah itu dihentikan sementara karena tidak mematuhi ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
"16 SPPG ini tersebar di Batam, Tanjungpinang, Natuna, serta Anambas," kata Nyanyang di Tanjungpinang, Kamis.
Menurutnya, 16 SPPG tersebut ditutup sementara karena rata-rata tidak memiliki SLHS, bahkan ada beberapa SPPG beroperasi tanpa pemberitahuan ke BGN.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kareg SPPG Kepri sebut 226 dapur telah kantongi sertifikat SLHS
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.