Bengkulu (ANTARA) - Karantina Bengkulu mengawal ekspor 22 ton kolang-kaling asal Provinsi Bengkulu menuju Vietnam setelah komoditas tersebut memenuhi persyaratan karantina dan kesehatan tumbuhan sesuai ketentuan negara tujuan.

"Karantina Bengkulu selalu siap mendampingi pelaku usaha dan eksportir dalam setiap tahapan ekspor, mulai dari pemenuhan persyaratan karantina hingga penerbitan sertifikat kesehatan. Dengan demikian, komoditas pertanian asal Bengkulu memiliki jaminan mutu dan keamanan sehingga dapat diterima dengan baik di negara tujuan ekspor," kata Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati di Bengkulu, Minggu.

Sebanyak 22.000 kilogram kolang-kaling tersebut diberangkatkan dari Bengkulu dan selanjutnya dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju negara tujuan ekspor, Vietnam.

Sebelum diberangkatkan, komoditas tersebut telah melalui serangkaian tindakan karantina dan dinyatakan sehat, aman, serta memenuhi persyaratan Phytosanitary Certificate sesuai ketentuan negara tujuan.

Betty mengatakan ekspor tersebut menjadi salah satu bukti meningkatnya peluang pasar bagi komoditas unggulan Bengkulu di pasar internasional.

Menurut dia komitmen Karantina Bengkulu memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan sesuai standar internasional merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global.

Dia berharap ekspor kolang-kaling dapat terus berlanjut dengan volume yang semakin meningkat seiring peningkatan kualitas produk.

"Ekspor kolang-kaling ini diharapkan dapat terus berlanjut dan volumenya semakin meningkat, dengan kualitas produk yang semakin baik tentunya. Pohon aren sebagai penghasil kolang-kaling ini tumbuh baik di Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong, dan menjadikannya sebagai salah satu daerah penghasil kolang-kaling di Indonesia," ujarnya.

Selain kolang-kaling, Bengkulu juga memiliki berbagai komoditas pertanian berpotensi ekspor, seperti kopi, pinang, kelapa, karet, kakao, serta hasil perkebunan dan hortikultura lainnya yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.