Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar, ratusan orang dievakuasi – 'Apinya cepat sekali'

Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (02/08).

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (02/08).

Telah diterbitkan 2 Agustus 2026

Diperbarui 20 menit yang lalu

Waktu membaca: 6 menit

Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar pada Minggu pagi (02/08). Terdapat kendala pencocokan data di lapangan.

Kapal yang sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar itu mengalami insiden di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Hingga pukul 09.41 WIB, Senin (03/08), Kantor SAR Surabaya melaporkan insiden itu menyebabkan lima orang meninggal dunia dan 229 orang selamat.

Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, menyebutkan KMP Mutiara Sentosa 2 mengangkut 271 orang, berdasarkan dokumen manifes resmi.

Rinciannya: penumpang sebanyak 232 orang, anak buah kapal 39 orang.

Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, melaporkan ada puluhan orang yang belum dievakuasi dari total 232 penumpang dan 39 ABK dalam kapal itu.

"Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi," kata Didit ke kumparan, Minggu (02/08).

GRafis lokasi Kapal Mutiara Sentosa 2

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan saat ini pemerintah fokus melakukan verifikasi dan pencocokan data antara manifes resmi perusahaan dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi oleh kapal-kapal penolong.

"Semua kapal itu masuk ke sini, kita akan cocokkan dengan manifes dari perusahaan, apakah memang sudah semua terevakuasi atau masih ada yang belum terevakuasi, mungkin masih harus dilakukan pencarian," ujar Dudy.

Dudy menjelaskan pendataan membutuhkan ketelitian ekstra karena beberapa kapal penolong masih dalam perjalanan dan terkendala sinyal komunikasi. Selain itu, terdapat proses pemindahan (transfer) korban antar-kapal di tengah laut.

Pemerintah, tambahnya, berjanji menuntaskan proses validasi data ini agar tidak ada perbedaan antara data administrasi dan fakta di lapangan.

Sejumlah petugas mengangkat kantong berisi jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II setibanya di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (03/08).

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Sejumlah petugas mengangkat kantong berisi jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II setibanya di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (03/08).

Kantor SAR Surabaya menjelaskan bahwa informasi tentang kebakaran itu awalnya diterima oleh perusahaan pelayaran dari nakhoda sekitar pukul 06.00 WIB pagi, Minggu (02/08).

Lalu, lanjut Nanang, Kantor SAR Surabaya mendapatkan informasi pertama kebakaran pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak.

Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 menggunakan pelampung dan berdesakan, usai kapalnya terbakar di perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura.

Sumber gambar, Detikcom/Dok Istimewa

Keterangan gambar, Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 menggunakan pelampung dan berdesakan, usai kapalnya terbakar di perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura.

Kantor SAR Surabaya kemudian berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal.

Sekitar pukul 09.45 WIB, petugas di Kapal Meratus Project 3 melaporkan KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi, Sumenep, Jawa Timur.

Namun, Kapal Meratus Project 3 tidak dapat mendekat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar.

Mungkin Anda tertarik:

  • Kapal Nurul Salsa tenggelam di Sulsel, belasan orang belum ditemukan – 'Berharap ada keajaiban'
  • Kapal tanker Pertamina berhasil melintasi Selat Hormuz setelah tertahan selama empat bulan
  • Mengapa Selat Malaka menjadi perhatian dunia setelah AS ajukan proposal akses militer melintasi wilayah udara Indonesia?

Saat laporan diterima, sebagian badan kapal Mutiara Sentosa 2 telah terbakar. Dan, di waktu bersamaan, para penumpang bertahan di anjungan serta haluan sambil menunggu pertolongan.

Tapi, sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang memutuskan melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi, ada 4 kapal yang merapat," demikian kata Nanang dalam laporan Kantor SAR Surabaya.

Kantor SAR Surabaya memperkirakan butuh waktu sekitar enam jam untuk mencapai titik kejadian menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi.

KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura.

Sumber gambar, Detikcom/Dok. Istimewa

Keterangan gambar, KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura.

Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, mengaku fokus melakukan evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal itu.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, dalam keterangan tertulis.

Masyhud mengatakan Ditjen Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian. Sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Hingga laporan terakhir, proses evakuasi terhadap penumpang masih berlangsung.

Pemerintah: Kami akan investigasi secepatnya

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan pemerintah segera melakukan investigasi terkait insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa di perairan utara Madura.

"Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin (03/08).

"Investigasi akan dilakukan oleh KNKT [Komite Nasional Keselamatan Transportasi] dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya."

AHY menambahkan pengecekan ulang kondisi kapal penting belaka, di samping cuaca maupun kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah, tambah AHY, akan terus mendorong peremajaan armada kapal guna meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi laut.

Saat ini, fokus pemerintah ialah memastikan evakuasi serta verifikasi berjalan beriringan dengan hasil yang akurat.

Kecelakaan kapal yang bermunculan

Insiden transportasi laut di Indonesia sepanjang 2026 bukan kali ini saja terjadi.

Juli lalu, KM Nurul Salsa tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Korban selamat yakni 58 orang, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia. Sisanya belum diketahui keberadaannya.

Data Mahkamah Pelayaran Kementerian Perhubungan menunjukkan sepanjang periode 2020 sampai 2026 tercatat telah muncul 111 kejadian kecelakaan kapal.

Dari total itu, peristiwa tubrukan merupakan jenis kecelakaan yang mendominasi dengan 40 kasus (36%), disusul tenggelam sebanyak 28 kasus (24%), kandas 24 kasus (22%), serta kebakaran 20 kasus (18%).

Evakuasi masih berlangsung

Proses evakuasi korban insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 terus berlangsung hingga Senin (03/08).

Sejak dini hari, tim SAR gabungan menerima kedatangan korban selamat maupun korban meninggal yang dievakuasi secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Evakuasi berlangsung sejak pukul 05.00 WIB saat kapal Selaras Mas sandar di Pelabuhan Tanjung Perak dengan membawa 13 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dalam kondisi selamat.

Seluruh korban langsung diarahkan menuju area Gapura Surya Nusantara untuk menjalani pemeriksaan medis dan pendataan identitas.

Tak lama berselang, lima dari sembilan penumpang yang sebelumnya dievakuasi KN SAR 249 Permadi melalui Pelabuhan Kalianget tiba di Tanjung Perak.

Bersama mereka, seorang korban selamat yang lebih dahulu ditemukan nelayan juga dibawa ke Surabaya. Tim SAR gabungan kembali melakukan pemeriksaan kesehatan dan pendataan kepada para penyintas.

Gelombang evakuasi berikutnya datang pada pukul 06.43 WIB. Kapal Mutiara Ferindo 1 bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak dengan membawa delapan korban selamat dan seorang korban meninggal dunia.

Delapan korban selamat langsung dibawa ke Gapura Surya Nusantara untuk menjalani pemeriksaan medis dan verifikasi identitas.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Evakuasi terus berlanjut pada pukul 08.40 WIB saat KRI Nala-363 sandar di Dermaga Koarmada II. Kapal perang TNI AL tersebut membawa 30 korban selamat dan dua korban meninggal dunia.

Para penyintas kembali menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan di Gapura Surya Nusantara, sedangkan dua jenazah langsung diberangkatkan ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso.

Di tengah proses evakuasi korban ke darat, operasi pencarian di lokasi kejadian tetap berlangsung.

Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit, mengatakan KN SAR 249 Permadi kembali bertolak dari Pelabuhan Kalianget pada pukul 08.15 WIB menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi SAR.

Pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain KP Manyar 5003, KRI Bung Hatta-370, KNP Grantin P.211, serta helikopter Ditpolairud Polda Jawa Timur.

Seluruh unsur menyisir area pencarian untuk menemukan tanda-tanda adanya korban yang masih belum ditemukan.

Hingga Senin pagi, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 234 orang POB KMP Mutiara Sentosa II. Sebanyak 229 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang ditemukan meninggal dunia.

'Apinya cepat'

Salah satu penyintas KMP Mutiara Sentosa 2 memaparkan bahwa api menjalar amat cepat.

Kobaran api bahkan menghanguskan setidaknya dua mobil yang diangkut di dalam kapal.

"Akhirnya dia [penumpang lain] naik untuk kasih informasi," jelasnya, Senin (03/08).

"Setelah dicek ke bawah, ternyata dua mobilnya terbakar karena cepat apinya."

Artikel ini akan diperbaharui secara berkala.