REPUBLIKA.CO.ID, MICHIGAN – Kandidat senator progresif Abdul El-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk kursi Senat AS di Michigan pada Selasa waktu AS. Ia mengalahkan anggota DPR Haley Stevens yang didukung puluhan juta dolar AS dana dari kelompok lobi Yahudi dalam salah satu pertarungan yang paling disorot pada siklus pemilihan umum 2026.
NBC News melaporkan bahwa El-Sayed berhasil mengatasi gelombang dana kampanye dari pihak luar serta dukungan kalangan mapan partai yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Stevens, sekaligus mengamankan nominasi Partai Demokrat untuk Senat AS.
Kini, ia akan berhadapan dengan kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers, pada November mendatang dalam sebuah pertarungan yang diperkirakan secara luas akan menentukan pihak mana yang menguasai Senat AS.
Kemenangan ini merupakan pukulan telak bagi American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), yang organisasi-organisasi politik afiliasinya telah menggelontorkan dana puluhan juta dolar dalam upaya yang pada akhirnya gagal untuk mengalahkan El-Sayed.
Menurut media AS, berbagai kelompok luar telah menghabiskan dana hampir 65 juta dolar AS untuk mendukung Stevens, sehingga kampanye Stevens memiliki keunggulan belanja iklan dengan rasio sekitar sembilan banding satu dibandingkan El-Sayed.
Lebih dari 30 juta dolar dari dana tersebut berasal dari United Democracy Project, sebuah super PAC yang berafiliasi dengan AIPAC, menjadikannya salah satu pengeluaran dana pihak luar terbesar dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada siklus pemilu kali ini.
Aksi Mahasiswa AS Tolak Serangan ke Gaza
Seperti halnya politisi Demokrat lain yang berupaya menggeser haluan partai ke arah kiri dalam beberapa tahun terakhir, El-Sayed menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Posisi ini sangat relevan di Michigan, mengingat besarnya populasi Muslim dan warga Amerika keturunan Arab di negara bagian tersebut.
El-Sayed juga kerap mengkritik keras Stevens terkait dana yang diterimanya dari PAC (komite aksi politik) perusahaan serta dukungan tayangan iklan televisi dari sekutu-sekutu yang menggelontorkan dana besar—termasuk lebih dari 30 juta dolar AS dari kelompok yang berafiliasi dengan AIPAC, kelompok pro-Israel yang sangat berpengaruh.