Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah daerah melalui optimalisasi peran Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta akselerasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha lokal.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni dalam keterangan di Samarinda, Jumat, mengatakan bahwa penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui berbagai program strategis yang melibatkan mitra lintas sektor.
“Kami terus aktif mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim,” kata Sri usai menghadiri Forum Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC).
Forum yang digagas oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) tersebut berkolaborasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin.
Sri Wahyuni mengapresiasi penyelenggaraan forum yang mempertemukan para sekretaris daerah serta kepala Bappeda provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia ini.
Menurut dia, pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah guna menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan nasional.
Ia menilai bonus demografi dengan besarnya proporsi penduduk usia produktif menjadi peluang besar untuk meningkatkan literasi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi syariah.
“Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan program, perluasan akses layanan keuangan syariah, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal,” ujar dia.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim memaksimalkan peran KDEKS Kaltim dalam mempercepat pengembangan sektor halal dan layanan keuangan syariah, salah satunya melalui pengembangan program Halal Point.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga memberikan atensi besar terhadap penjaminan dan kepemilikan sertifikasi halal bagi produk-produk lokal guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing pasar.
"Pemerintah Provinsi Kaltim terus menekankan pentingnya jaminan dan sertifikasi produk halal bagi pelaku usaha lokal agar berdaya saing tinggi," kata Sri.
Di sela-sela forum, Sekda Kaltim juga meninjau sejumlah stan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim yang berpartisipasi dalam rangkaian Exhibition & Bazaar, meliputi Indonesia Halal Showcase (IHSS) serta bazar kuliner halal.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.