Samarinda (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Timur terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu destinasi utama investasi nasional seiring lonjakan jumlah investor yang mencapai 3.957 pelaku usaha pada 2025, sehingga konsistensi masuk peringkat 10 besar nasional dalam lima tahun terakhir.
"Investasi memiliki peran strategis bagi Kaltim dalam mempercepat transformasi ekonomi dan memperluas sumber pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, Jumat.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mencatat, jumlah 3.957 investor pada 2025 tersebut terdiri atas 3.514 investor penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan 443 investor penanaman modal asing (PMA).
Angka ini meningkat signifikan sebanyak 1.603 investor dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebanyak 2.354 investor (1.985 PMDN dan 389 PMA).
Dalam lima tahun terakhir, posisi investasi Bumi Etam selalu bertengger di lanskap 10 besar nasional, dengan rincian pada 2022 Kaltim berada di peringkat 9 dengan investasi Rp57,766 triliun atau realisasi 106,96 persen.
Kemudian, 2023 berada di peringkat 8 dengan investasi Rp71,896 triliun (111,46 persen), 2024 peringkat 7 sebesar Rp76,335 triliun (100,41 persen), dan 2025 peringkat 8 sebesar Rp79,86 triliun (109,94 persen).
Sementara pada 2026 hingga semester I, Kaltim berada di peringkat 9 dengan investasi Rp34,141 triliun atau realisasi 37,86 persen.
Wagub Seno Aji menegaskan pentingnya menindaklanjuti minat para pemodal tersebut agar tidak berhenti di atas kertas, melainkan menjelma menjadi realisasi investasi yang konkret.
Pernyataan itu disampaikannya saat membuka High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kaltim 2026 di Ballroom Maratua Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim.
Seno mengingatkan bahwa RIRU merupakan wadah koordinasi penyiapan dan promosi investasi strategis guna memperkuat kesiapan proyek, memperluas jejaring, serta mengawal proses penanaman modal hingga tahap operasional.
"RIRU adalah ujung tombak masuknya investasi di Kaltim. Kita perlu mengimplementasikan Roadmap RIRU Kaltim 2026–2028 secara konsisten, baik di level pemerintah provinsi, kabupaten/kota, maupun mitra strategis seperti Kadin," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim sekaligus Ketua RIRU Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan bahwa Roadmap RIRU Kaltim kini telah menjadi rujukan nasional oleh Bank Indonesia bagi pengembangan unit serupa di wilayah lain.
Saat ini, Kaltim telah menyiapkan 12 paket investasi siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO) yang didominasi oleh sektor industri hilirisasi.
"Kami mengapresiasi dukungan penuh Bank Indonesia dalam mendorong investasi daerah. Pada ajang Mahakam Investment Forum (MIF) Oktober mendatang, sedikitnya 150 investor dijadwalkan hadir untuk membedah 12 proyek IPRO yang kita tawarkan," ujar Sri Wahyuni.
Sri juga mengingatkan agar pemerintah kabupaten dan kota tidak berjalan sendiri-sendiri dalam mempromosikan potensi daerahnya.
Sinergi di dalam wadah RIRU dinilai menjadi kunci utama untuk memecah sumbatan (bottlenecking) regulasi maupun birokrasi di lapangan.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.